visi,misi dan tujuan hidup Tugas part #1

Visi,misi dan tujuan hidup part #1

“Veni Vidi Vici” Pepatah yang sering diguakan dalam kepramukaan ketika saya masuk dalam jajaran anggota khusus pramuka dan bahasa ini berasal dari Julius Caesar, jendral dan konsul Romawi pada tahun 47 SM. Julius Caesar menggunakan kalimat ini dalam pesannya kepada senat Romawi menggambarkan kemenangannya atas Pharnaces II dari Pontus dalam pertemuan Zela. Kalimat yang berarti “Saya datang, saya melihat, saya menang/menaklukkan mengandung arti kemenangan mudah dan mutlak.

tidak jauh berbeda dalam pandangan hidup saya “TIDAK ADA KATA GAGAL YANG ADA HANYA SUKSES ATAU BELAJAR” terkadang jika salah moto biasanya kita seringkali salah juga dalam mengartikan apa yang terjadi pada diri kita, misal : dalam moto kita “TAKE & GIVE” dalam moto tersebut kita diajarkan atau dipaksa bisa sebut saja begitu untuk mengambil terlebih dahulu baru memberi, padahal secara logis apa yang ingin kita ambil jika kita tidak memiliki apapun, ini akan membuat anda selalu menyalahi aturan orang lain karena tidak sesuai dengan harapan anda. dari sini terbukti salah padahal jika kita membalik makna dari moto tersebut menjadi ” GIVE & TAKE” akan menjadi lebih indah memberi apapun yang kita miliki senantiasa akan menerima yang takan pernah terbayangkan dalam kehidupan itulah RAHASIA dari memberi maka kita akan bisa mengambil.

Tujuan hidup saya mudah menjadi orang baik yang bisa memberi untuk dapat menciptakan lebih banyak senyum yang terpancar dari sekeliling kita berbagi bersama dalam segala hal, ini tidaklah mudah karena dibutuhkan ketulusan jiwa untuk dapat menjalankannya. saya ingin anda berhapan baik untuk dapat membangunkan raksasa dalam diri saya dengan senyuman anda ketika membaca ini. terimakasih saya mengasimu ( Ho’oponopono)

saya tutup dengan sebuah motto

“Senang Jika Orang Lain Senang & Susah Jika Orang Lain Susah

bukan sebaliknya ?????

ACM & IEEE

Bersahabat Etika dan Profesionalisme TSI Tinggalkan komentar

Rekayasa Perangkat Lunak Kode Etik dan Profesional Praktek (Versi 5.2) seperti yang direkomendasikan oleh ACM / IEEE-CS Joint Task Force on Software Engineering Etika dan Profesional Praktek dan bersama-sama disetujui oleh ACM dan IEEE-CS sebagai standar untuk mengajar dan berlatih perangkat lunak rekayasa.

Versi kode singkat merangkum aspirasi pada tingkat tinggi abstraksi tersebut; klausa yang disertakan dalam versi lengkap memberikan contoh-contoh dan rincian tentang bagaimana aspirasi ini mengubah cara kita bertindak sebagai profesional rekayasa perangkat lunak. Without the aspirations, the details can become legalistic and tedious; without the details, the aspirations can become high sounding but empty; together, the aspirations and the details form a cohesive code. Tanpa aspirasi, rincian bisa menjadi legalistik dan membosankan; tanpa rincian, aspirasi dapat menjadi tinggi terdengar tapi kosong; bersama-sama, aspirasi dan rincian bentuk kode kohesif.

Software engineers shall commit themselves to making the analysis, specification, design, development, testing and maintenance of software a beneficial and respected profession. insinyur Perangkat Lunak harus berkomitmen untuk membuat analisis, spesifikasi, desain, pengembangan, pengujian dan pemeliharaan perangkat lunak dan dihormati profesi menguntungkan. In accordance with their commitment to the health, safety and welfare of the public, software engineers shall adhere to the following Eight Principles: Sesuai dengan komitmen mereka untuk kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, insinyur perangkat lunak harus mematuhi Delapan Prinsip berikut:

1. 1. PUBLIC – Software engineers shall act consistently with the public interest. UMUM – Software insinyur harus bertindak secara konsisten dengan kepentingan publik.

2. 2. CLIENT AND EMPLOYER – Software engineers shall act in a manner that is in the best interests of their client and employer consistent with the public interest. KLIEN dan majikan – Software insinyur harus bertindak dengan cara yang adalah kepentingan terbaik klien mereka dan majikan yang konsisten dengan kepentingan publik.

3. 3. PRODUCT – Software engineers shall ensure that their products and related modifications meet the highest professional standards possible. PRODUK – Software insinyur harus memastikan bahwa produk dan modifikasi yang terkait dengan memenuhi standar profesional tertinggi mungkin.

4. 4. JUDGMENT – Software engineers shall maintain integrity and independence in their professional judgment. PENGHAKIMAN – Software insinyur harus mempertahankan integritas dan kemandirian dalam penilaian profesional mereka.

5. 5. MANAGEMENT – Software engineering managers and leaders shall subscribe to and promote an ethical approach to the management of software development and maintenance. MANAJEMEN – Rekayasa Perangkat Lunak manajer dan pemimpin harus berlangganan dan mempromosikan pendekatan etis kepada manajemen pengembangan perangkat lunak dan pemeliharaan.

6. 6. PROFESSION – Software engineers shall advance the integrity and reputation of the profession consistent with the public interest. PROFESI – Software insinyur harus memajukan integritas dan reputasi profesi yang konsisten dengan kepentingan publik.

7. 7. COLLEAGUES – Software engineers shall be fair to and supportive of their colleagues. Kolega – Software engineer harus bersikap adil dan mendukung rekan-rekan mereka.

8. 8. SELF – Software engineers shall participate in lifelong learning regarding the practice of their profession and shall promote an ethical approach to the practice of the profession. DIRI – Software insinyur harus berpartisipasi dalam belajar seumur hidup tentang praktek profesi mereka dan akan mempromosikan pendekatan etis untuk praktek profesi.

Software Engineering Code of Ethics and Professional Practice (Full Version) Rekayasa Perangkat Lunak Kode Etik dan Praktek Profesional (Full Version)

PREAMBLE MUKADIMAH

Computers have a central and growing role in commerce, industry, government, medicine, education, entertainment and society at large. Komputer memiliki peran sentral dan berkembang dalam perdagangan, industri, pemerintah, kedokteran, pendidikan, hiburan dan masyarakat pada umumnya. Software engineers are those who contribute by direct participation or by teaching, to the analysis, specification, design, development, certification, maintenance and testing of software systems. insinyur Perangkat Lunak adalah mereka yang berkontribusi dengan partisipasi langsung atau dengan mengajar, untuk analisis, spesifikasi, desain, pengembangan, sertifikasi, pemeliharaan dan pengujian sistem perangkat lunak. Because of their roles in developing software systems, software engineers have significant opportunities to do good or cause harm, to enable others to do good or cause harm, or to influence others to do good or cause harm. Karena peran mereka dalam mengembangkan sistem perangkat lunak, perangkat lunak insinyur memiliki kesempatan signifikan untuk melakukan atau menyebabkan kerugian yang baik, untuk memungkinkan orang lain untuk berbuat baik atau merugikan menyebabkan, atau untuk mempengaruhi orang lain untuk berbuat baik atau menyebabkan kerusakan. To ensure, as much as possible, that their efforts will be used for good, software engineers must commit themselves to making software engineering a beneficial and respected profession. Untuk memastikan, sebanyak mungkin, bahwa upaya mereka akan digunakan untuk kebaikan, insinyur perangkat lunak harus komitmen untuk membuat rekayasa perangkat lunak dan dihormati profesi menguntungkan. In accordance with that commitment, software engineers shall adhere to the following Code of Ethics and Professional Practice. Sesuai dengan komitmen itu, insinyur perangkat lunak harus mematuhi berikut Kode Etik dan Praktek Profesional.

The Code contains eight Principles related to the behavior of and decisions made by professional software engineers, including practitioners, educators, managers, supervisors and policy makers, as well as trainees and students of the profession. Kode berisi delapan Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan perilaku dan keputusan dibuat oleh para insinyur perangkat lunak profesional, termasuk praktisi, pendidik, manajer, supervisor dan pembuat kebijakan, serta trainee dan mahasiswa profesi. The Principles identify the ethically responsible relationships in which individuals, groups, and organizations participate and the primary obligations within these relationships. Prinsip bertanggung jawab mengidentifikasi hubungan etis di mana individu-individu, kelompok, dan organisasi berpartisipasi dan kewajiban utama dalam hubungan ini. The Clauses of each Principle are illustrations of some of the obligations included in these relationships. The Klausul setiap Prinsip adalah ilustrasi dari beberapa kewajiban yang tercantum dalam hubungan ini. These obligations are founded in the software engineer’s humanity, in special care owed to people affected by the work of software engineers, and the unique elements of the practice of software engineering. Kewajiban ini didirikan pada perangkat lunak insinyur kemanusiaan, dalam perawatan khusus berutang kepada orang-orang dipengaruhi oleh karya insinyur perangkat lunak, dan unsur-unsur yang unik dari praktek rekayasa perangkat lunak. The Code prescribes these as obligations of anyone claiming to be or aspiring to be a software engineer. Kode mengatur kewajiban ini sebagai orang yang mengaku atau bercita-cita menjadi insinyur perangkat lunak.

It is not intended that the individual parts of the Code be used in isolation to justify errors of omission or commission. Hal ini tidak dimaksudkan bahwa bagian-bagian individual dari Kode digunakan dalam isolasi untuk membenarkan kesalahan dari kelalaian atau komisi. The list of Principles and Clauses is not exhaustive. Daftar Prinsip dan Klausa tidak lengkap. The Clauses should not be read as separating the acceptable from the unacceptable in professional conduct in all practical situations. The Klausul tidak harus dibaca sebagai memisahkan diterima dari diterima dalam perilaku profesional dalam semua situasi praktis. The Code is not a simple ethical algorithm that generates ethical decisions. Kode tidak etis algoritma sederhana yang menghasilkan keputusan yang etis. In some situations standards may be in tension with each other or with standards from other sources. Dalam beberapa situasi mungkin standar dalam ketegangan satu sama lain atau dengan standar dari sumber lain. These situations require the software engineer to use ethical judgment to act in a manner which is most consistent with the spirit of the Code of Ethics and Professional Practice, given the circumstances. Situasi-situasi ini memerlukan perangkat lunak insinyur menggunakan penilaian etika untuk bertindak dengan cara yang paling konsisten dengan semangat Kode Etik dan Praktek Profesional, mengingat keadaan.

Ethical tensions can best be addressed by thoughtful consideration of fundamental principles, rather than blind reliance on detailed regulations. ketegangan Etis terbaik dapat diatasi dengan pertimbangan bijaksana dari prinsip dasar, daripada ketergantungan buta pada peraturan rinci. These Principles should influence software engineers to consider broadly who is affected by their work; to examine if they and their colleagues are treating other human beings with due respect; to consider how the public, if reasonably well informed, would view their decisions; to analyze how the least empowered will be affected by their decisions; and to consider whether their acts would be judged worthy of the ideal professional working as a software engineer. Prinsip ini harus mempengaruhi insinyur perangkat lunak untuk mempertimbangkan luas yang dipengaruhi oleh pekerjaan mereka; untuk menguji apakah mereka dan rekan mereka memperlakukan manusia lain dengan hormat; untuk mempertimbangkan bagaimana masyarakat, jika informasi yang cukup baik, akan melihat keputusan mereka; untuk menganalisis bagaimana paling tidak diberdayakan akan dipengaruhi oleh keputusan mereka, dan untuk mempertimbangkan apakah tindakan mereka akan dinilai layak untuk bekerja profesional yang ideal sebagai insinyur perangkat lunak. In all these judgments concern for the health, safety and welfare of the public is primary; that is, the “Public Interest” is central to this Code. Dalam perhatian semua penilaian untuk kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat adalah utama, yaitu yang “Kepentingan Umum” adalah pusat dari Kode Etik ini.

The dynamic and demanding context of software engineering requires a code that is adaptable and relevant to new situations as they occur. Dinamika dan menuntut konteks rekayasa perangkat lunak memerlukan kode yang adaptif dan relevan dengan situasi baru yang terjadi. However, even in this generality, the Code provides support for software engineers and managers of software engineers who need to take positive action in a specific case by documenting the ethical stance of the profession. Namun, bahkan di umum ini, Kode menyediakan dukungan untuk perangkat lunak insinyur dan manajer dari insinyur perangkat lunak yang perlu mengambil tindakan positif dalam kasus tertentu dengan mendokumentasikan sikap etika profesi. The Code provides an ethical foundation to which individuals within teams and the team as a whole can appeal. Kode memberikan landasan etika yang individu dalam tim dan tim secara keseluruhan dapat naik banding. The Code helps to define those actions that are ethically improper to request of a software engineer or teams of software engineers. Kode membantu untuk menentukan tindakan-tindakan yang etis tidak layak untuk meminta seorang insinyur perangkat lunak atau tim insinyur perangkat lunak.

The Code is not simply for adjudicating the nature of questionable acts; it also has an important educational function. Kode ini tidak hanya untuk mengadili sifat tindakan dipertanyakan, tetapi juga memiliki fungsi pendidikan penting. As this Code expresses the consensus of the profession on ethical issues, it is a means to educate both the public and aspiring professionals about the ethical obligations of all software engineers. Karena ini mengungkapkan Kode konsensus para profesi pada isu-isu etis, itu adalah sarana untuk mendidik publik dan calon profesional tentang kewajiban etis dari semua insinyur perangkat lunak.
PRINCIPLES PRINSIP

Principle 1: PUBLIC Prinsip 1: UMUM

Software engineers shall act consistently with the public interest. insinyur Perangkat Lunak harus bertindak secara konsisten dengan kepentingan publik. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:

1.01. 1,01. Accept full responsibility for their own work. Menerima tanggung jawab penuh atas pekerjaan mereka sendiri.

1.02. 1,02. Moderate the interests of the software engineer, the employer, the client and the users with the public good. Moderat kepentingan insinyur perangkat lunak, majikan, klien dan pengguna dengan barang publik.

1.03. 1,03. Approve software only if they have a well-founded belief that it is safe, meets specifications, passes appropriate tests, and does not diminish quality of life, diminish privacy or harm the environment. Menyetujui perangkat lunak hanya jika mereka memiliki keyakinan juga mendirikan bahwa itu aman, memenuhi spesifikasi, melewati tes yang sesuai, dan tidak mengurangi kualitas hidup, mengurangi privasi atau merugikan lingkungan. The ultimate effect of the work should be to the public good. Pengaruh utama dari pekerjaan sebaiknya pada kepentingan publik.

1.04. 1.04. Disclose to appropriate persons or authorities any actual or potential danger to the user, the public, or the environment, that they reasonably believe to be associated with software or related documents. Mengungkapkan kepada orang yang tepat atau otoritas apapun atau potensi bahaya yang sebenarnya bagi pengguna, masyarakat, atau lingkungan, bahwa mereka cukup yakin untuk dihubungkan dengan perangkat lunak atau dokumen terkait.

1.05. 1,05. Cooperate in efforts to address matters of grave public concern caused by software, its installation, maintenance, support or documentation. Bekerja sama dalam upaya untuk mengatasi masalah-masalah yang menjadi perhatian publik kubur disebabkan oleh perangkat lunak, instalasi, pemeliharaan, dukungan atau dokumentasi.

1.06. 1,06. Be fair and avoid deception in all statements, particularly public ones, concerning software or related documents, methods and tools. Adil dan menghindari penipuan dalam semua laporan, masyarakat yang terutama, tentang software atau dokumen-dokumen terkait, metode dan alat.

1.07. 1,07. Consider issues of physical disabilities, allocation of resources, economic disadvantage and other factors that can diminish access to the benefits of software. Pertimbangkan masalah cacat fisik, alokasi sumber daya, merugikan ekonomi dan faktor-faktor lain yang dapat mengurangi akses ke manfaat dari perangkat lunak.

1.08. 1,08. Be encouraged to volunteer professional skills to good causes and contribute to public education concerning the discipline. Didorong untuk relawan keterampilan profesional untuk tujuan yang baik dan memberikan kontribusi untuk pendidikan masyarakat tentang disiplin.

Principle 2: CLIENT AND EMPLOYER Prinsip 2: CLIENT dan majikan

Software engineers shall act in a manner that is in the best interests of their client and employer, consistent with the public interest. insinyur Perangkat Lunak harus bertindak dengan cara yang adalah kepentingan terbaik klien mereka dan majikan, konsisten dengan kepentingan publik. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:

2.01. 2,01. Provide service in their areas of competence, being honest and forthright about any limitations of their experience and education. Menyediakan layanan di daerah mereka kompetensi, bersikap jujur dan terus terang mengenai keterbatasan pengalaman dan pendidikan.

2.02. 2,02. Not knowingly use software that is obtained or retained either illegally or unethically. Tidak sengaja menggunakan perangkat lunak yang diperoleh atau ditahan secara ilegal atau tidak etis baik.

2.03. 2,03. Use the property of a client or employer only in ways properly authorized, and with the client’s or employer’s knowledge and consent. Gunakan milik klien atau majikan hanya dengan cara yang benar resmi, dan dengan itu klien atau majikan pengetahuan dan persetujuan.

2.04. 2,04. Ensure that any document upon which they rely has been approved, when required, by someone authorized to approve it. Pastikan bahwa setiap dokumen yang di atasnya mereka bergantung telah disetujui, jika diperlukan, oleh seseorang yang berwenang untuk menyetujuinya.

2.05. 2,05. Keep private any confidential information gained in their professional work, where such confidentiality is consistent with the public interest and consistent with the law. Rahasiakan informasi rahasia yang diperoleh dalam pekerjaan profesional mereka, di mana kerahasiaan tersebut konsisten dengan kepentingan umum dan konsisten dengan hukum.

2.06. 2,06. Identify, document, collect evidence and report to the client or the employer promptly if, in their opinion, a project is likely to fail, to prove too expensive, to violate intellectual property law, or otherwise to be problematic. Mengidentifikasi, dokumen, mengumpulkan bukti dan melaporkan kepada klien atau majikan segera jika, menurut mereka, sebuah proyek akan gagal, untuk membuktikan terlalu mahal, untuk melanggar hukum kekayaan intelektual, atau menjadi problematis.

2.07. 2,07. Identify, document, and report significant issues of social concern, of which they are aware, in software or related documents, to the employer or the client. Mengidentifikasi, dokumen, dan laporan yang signifikan masalah-masalah sosial, dimana mereka sadar, dalam perangkat lunak atau dokumen terkait, dengan majikan atau klien.

2.08. 2,08. Accept no outside work detrimental to the work they perform for their primary employer. Terima tidak bekerja di luar merugikan pekerjaan yang mereka lakukan untuk majikan utama mereka.

2.09. 2,09. Promote no interest adverse to their employer or client, unless a higher ethical concern is being compromised; in that case, inform the employer or another appropriate authority of the ethical concern. Promosikan bunga tidak merugikan dengan majikan mereka atau klien, kecuali perhatian etis yang lebih tinggi berkompromi, dalam hal itu, menginformasikan majikan atau otoritas lain yang sesuai dari keprihatinan etis.

Principle 3: PRODUCT Prinsip 3: PRODUK

Software engineers shall ensure that their products and related modifications meet the highest professional standards possible. insinyur Perangkat Lunak harus memastikan bahwa produk dan modifikasi yang terkait dengan memenuhi standar profesional tertinggi mungkin. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:

3.01. 3.01. Strive for high quality, acceptable cost and a reasonable schedule, ensuring significant tradeoffs are clear to and accepted by the employer and the client, and are available for consideration by the user and the public. Upaya untuk kualitas tinggi, biaya diterima dan jadwal yang masuk akal, memastikan timbal balik yang signifikan jelas dan diterima oleh majikan dan klien, dan tersedia untuk dipertimbangkan oleh pengguna dan masyarakat.

3.02. 3,02. Ensure proper and achievable goals and objectives for any project on which they work or propose. Pastikan yang tepat dan dapat dicapai tujuan dan sasaran untuk setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan.

3.03. 3,03. Identify, define and address ethical, economic, cultural, legal and environmental issues related to work projects. Mengidentifikasi, menentukan dan alamat etis,, budaya, hukum dan lingkungan masalah ekonomi terkait dengan pekerjaan proyek.

3.04. 3,04. Ensure that they are qualified for any project on which they work or propose to work by an appropriate combination of education and training, and experience. Pastikan bahwa mereka memenuhi syarat untuk setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan untuk bekerja dengan kombinasi pendidikan dan pelatihan, dan pengalaman.

3.05. 3,05. Ensure an appropriate method is used for any project on which they work or propose to work. Pastikan metode yang tepat digunakan untuk setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan untuk bekerja.

3.06. 3,06. Work to follow professional standards, when available, that are most appropriate for the task at hand, departing from these only when ethically or technically justified. Pekerjaan untuk mengikuti standar profesional, bila tersedia, yang paling sesuai untuk tugas di tangan, berangkat dari hanya bila etis atau dibenarkan secara teknis.

3.07. 3,07. Strive to fully understand the specifications for software on which they work. Upaya untuk memahami spesifikasi untuk perangkat lunak pada tempat mereka bekerja.

3.08. 3,08. Ensure that specifications for software on which they work have been well documented, satisfy the users’ requirements and have the appropriate approvals. Pastikan bahwa spesifikasi untuk perangkat lunak pada tempat mereka bekerja telah didokumentasikan dengan baik, pengguna memenuhi persyaratan dan memiliki persetujuan yang sesuai.

3.09. 3,09. Ensure realistic quantitative estimates of cost, scheduling, personnel, quality and outcomes on any project on which they work or propose to work and provide an uncertainty assessment of these estimates. Memastikan perkiraan realistis kuantitatif biaya, penjadwalan, personil, kualitas dan hasil pada setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan untuk bekerja dan memberikan penilaian ketidakpastian dari perkiraan.

3.10. 3.10. Ensure adequate testing, debugging, and review of software and related documents on which they work. Pastikan pengujian yang memadai, debugging, dan review perangkat lunak dan dokumen yang terkait dengan tempat mereka bekerja.

3.11. 3.11. Ensure adequate documentation, including significant problems discovered and solutions adopted, for any project on which they work. Pastikan dokumentasi yang memadai, termasuk masalah-masalah yang signifikan ditemukan dan solusi yang diadopsi, untuk setiap proyek di mana mereka bekerja.

3.12. 3.12. Work to develop software and related documents that respect the privacy of those who will be affected by that software. Bekerja untuk mengembangkan perangkat lunak dan dokumen-dokumen terkait yang menghormati privasi mereka yang akan terpengaruh oleh perangkat lunak tersebut.

3.13. 3,13. Be careful to use only accurate data derived by ethical and lawful means, and use it only in ways properly authorized. Hati-hati untuk hanya menggunakan data yang akurat yang diperoleh dan halal berarti etis, dan menggunakannya hanya dengan cara diotorisasi.

3.14. 3,14. Maintain the integrity of data, being sensitive to outdated or flawed occurrences. Menjaga integritas data, yang sensitif terhadap kejadian usang atau cacat.

3.15 Treat all forms of software maintenance with the same professionalism as new development. 3,15 Perlakukan semua bentuk perawatan perangkat lunak dengan profesionalisme yang sama dengan perkembangan baru.

Principle 4: JUDGMENT Prinsip 4: PENGHAKIMAN

Software engineers shall maintain integrity and independence in their professional judgment. insinyur Perangkat Lunak harus mempertahankan integritas dan kemandirian dalam penilaian profesional mereka. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:

4.01. 4.01. Temper all technical judgments by the need to support and maintain human values. Marah semua teknis penilaian oleh kebutuhan untuk mendukung dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

4.02 Only endorse documents either prepared under their supervision or within their areas of competence and with which they are in agreement. Hanya 4,02 mendukung dokumen baik disiapkan di bawah pengawasan atau dalam wilayah kompetensi mereka dan dengan yang mereka setuju.

4.03. 4,03. Maintain professional objectivity with respect to any software or related documents they are asked to evaluate. Menjaga objektivitas profesional sehubungan dengan perangkat lunak atau dokumen yang terkait mereka diminta untuk mengevaluasi.

4.04. 4,04. Not engage in deceptive financial practices such as bribery, double billing, or other improper financial practices. Tidak terlibat dalam praktik penipuan keuangan seperti penyuapan, penagihan ganda, atau praktik keuangan yang tidak benar.

4.05. 4,05. Disclose to all concerned parties those conflicts of interest that cannot reasonably be avoided or escaped. Mengungkapkan kepada semua pihak yang konflik kepentingan yang tidak dapat dihindari wajar atau melarikan diri.

4.06. 4,06. Refuse to participate, as members or advisors, in a private, governmental or professional body concerned with software related issues, in which they, their employers or their clients have undisclosed potential conflicts of interest. Menolak untuk berpartisipasi, sebagai anggota atau penasehat, dalam pemerintah, atau badan swasta profesional yang bersangkutan dengan masalah perangkat lunak terkait, di mana mereka, majikan mereka atau klien mereka memiliki potensi konflik kepentingan yang dirahasiakan.

Principle 5: MANAGEMENT Prinsip 5: MANAJEMEN

Software engineering managers and leaders shall subscribe to and promote an ethical approach to the management of software development and maintenance . Rekayasa Perangkat Lunak manajer dan pemimpin harus berlangganan dan mempromosikan pendekatan etis kepada manajemen pengembangan perangkat lunak dan pemeliharaan. In particular, those managing or leading software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, mereka yang mengelola atau insinyur perangkat lunak terkemuka, bila tepat:

5.01 Ensure good management for any project on which they work, including effective procedures for promotion of quality and reduction of risk. 5,01 Pastikan baik manajemen untuk setiap proyek di mana mereka bekerja, termasuk prosedur yang efektif untuk promosi kualitas dan pengurangan risiko.

5.02. 5,02. Ensure that software engineers are informed of standards before being held to them. Pastikan bahwa perangkat lunak insinyur informasi standar sebelum diadakan untuk mereka.

5.03. 5,03. Ensure that software engineers know the employer’s policies and procedures for protecting passwords, files and information that is confidential to the employer or confidential to others. Pastikan bahwa perangkat lunak insinyur tahu majikan kebijakan dan prosedur untuk melindungi password, file dan informasi yang bersifat rahasia kepada majikan atau rahasia kepada orang lain.

5.04. 5,04. Assign work only after taking into account appropriate contributions of education and experience tempered with a desire to further that education and experience. Menetapkan bekerja hanya setelah mempertimbangkan kontribusi yang sesuai pendidikan dan pengalaman temper dengan keinginan untuk lebih lanjut bahwa pendidikan dan pengalaman.

5.05. 5,05. Ensure realistic quantitative estimates of cost, scheduling, personnel, quality and outcomes on any project on which they work or propose to work, and provide an uncertainty assessment of these estimates. Memastikan perkiraan realistis kuantitatif biaya, penjadwalan, personil, kualitas dan hasil pada setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan untuk bekerja, dan memberikan penilaian ketidakpastian dari perkiraan.

5.06. 5,06. Attract potential software engineers only by full and accurate description of the conditions of employment. Menarik insinyur perangkat lunak potensial hanya dengan deskripsi lengkap dan akurat tentang kondisi kerja.

5.07. 5,07. Offer fair and just remuneration. Penawaran adil remunerasi.

5.08. 5,08. Not unjustly prevent someone from taking a position for which that person is suitably qualified. Tidak adil mencegah seseorang dari mengambil posisi yang orang tersebut adalah kualifikasi yang sesuai.

5.09. 5,09. Ensure that there is a fair agreement concerning ownership of any software, processes, research, writing, or other intellectual property to which a software engineer has contributed. Pastikan bahwa ada kesepakatan yang adil mengenai kepemilikan perangkat lunak, proses, penelitian, menulis, atau kekayaan intelektual lain yang seorang insinyur perangkat lunak telah memberikan kontribusi.

5.10. 5.10. Provide for due process in hearing charges of violation of an employer’s policy or of this Code. Menyediakan untuk proses karena mendengar tuduhan pelanggaran kebijakan majikan atau dari Kode Etik ini.

5.11. 5.11. Not ask a software engineer to do anything inconsistent with this Code. Tidak meminta seorang insinyur perangkat lunak untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan Kode Etik ini.

5.12. 5.12. Not punish anyone for expressing ethical concerns about a project. Tidak menghukum siapa saja untuk menyatakan keprihatinan etis tentang proyek.

Principle 6: PROFESSION Prinsip 6: PROFESI

Software engineers shall advance the integrity and reputation of the profession consistent with the public interest. insinyur Perangkat Lunak memajukan integritas dan reputasi profesi yang konsisten dengan kepentingan publik. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:

6.01. 6,01. Help develop an organizational environment favorable to acting ethically. Membantu mengembangkan lingkungan organisasi yang kondusif untuk bertindak secara etis.

6.02. 6,02. Promote public knowledge of software engineering. Promosikan umum pengetahuan rekayasa perangkat lunak.

6.03. 6,03. Extend software engineering knowledge by appropriate participation in professional organizations, meetings and publications. Memperpanjang rekayasa perangkat lunak pengetahuan dengan partisipasi yang sesuai dalam organisasi profesional, pertemuan dan publikasi.

6.04. 6,04. Support, as members of a profession, other software engineers striving to follow this Code. Dukungan, sebagai anggota profesi, insinyur perangkat lunak lain berusaha untuk mematuhi Kode Etik ini.

6.05. 6,05. Not promote their own interest at the expense of the profession, client or employer. Tidak mempromosikan kepentingan mereka sendiri dengan mengorbankan profesi, klien atau majikan.

6.06. 6,06. Obey all laws governing their work, unless, in exceptional circumstances, such compliance is inconsistent with the public interest. Patuhi semua peraturan hukum yang mengatur pekerjaan mereka, kecuali, dalam keadaan luar biasa, kepatuhan tersebut tidak konsisten dengan kepentingan publik.

6.07. 6,07. Be accurate in stating the characteristics of software on which they work, avoiding not only false claims but also claims that might reasonably be supposed to be speculative, vacuous, deceptive, misleading, or doubtful. Jadilah akurat dalam menyatakan karakteristik software pada tempat mereka bekerja, menghindari klaim palsu tidak hanya tetapi juga menyatakan bahwa cukup mungkin seharusnya spekulatif, hampa, menipu, menyesatkan, atau ragu-ragu.

6.08. 6,08. Take responsibility for detecting, correcting, and reporting errors in software and associated documents on which they work. Ambil tanggung jawab untuk mendeteksi, memperbaiki, dan pelaporan kesalahan dalam perangkat lunak dan dokumen yang terkait pada tempat mereka bekerja.

6.09. 6,09. Ensure that clients, employers, and supervisors know of the software engineer’s commitment to this Code of ethics, and the subsequent ramifications of such commitment. Pastikan bahwa klien, majikan, dan supervisor mengetahui perangkat lunak insinyur komitmen untuk ini Kode etik, dan konsekuensi berikutnya dari komitmen tersebut.

6.10. 6,10. Avoid associations with businesses and organizations which are in conflict with this code. Hindari hubungan dengan bisnis dan organisasi yang bertentangan dengan kode ini.

6.11. 6,11. Recognize that violations of this Code are inconsistent with being a professional software engineer. Mengakui bahwa pelanggaran terhadap Kode Etik ini tidak konsisten dengan menjadi insinyur perangkat lunak profesional.

6.12. 6,12. Express concerns to the people involved when significant violations of this Code are detected unless this is impossible, counter-productive, or dangerous. Mengekspresikan keprihatinan kepada orang-orang yang terlibat ketika pelanggaran signifikan terhadap Kode Etik ini terdeteksi kecuali hal ini tidak mungkin, kontra-produktif, atau berbahaya.

6.13. 6,13. Report significant violations of this Code to appropriate authorities when it is clear that consultation with people involved in these significant violations is impossible, counter-productive or dangerous. signifikan Laporkan pelanggaran terhadap Kode Etik ini ke pihak yang berwenang ketika jelas bahwa konsultasi dengan orang-orang yang terlibat dalam pelanggaran yang signifikan adalah mustahil, kontra-produktif atau berbahaya.

Principle 7: COLLEAGUES Prinsip 7: Kolega

Software engineers shall be fair to and supportive of their colleagues. Software engineer harus bersikap adil dan mendukung rekan-rekan mereka. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:

7.01. 7,01. Encourage colleagues to adhere to this Code. Mendorong rekan untuk mematuhi Kode Etik ini.

7.02. 7,02. Assist colleagues in professional development. Membantu rekan-rekan dalam pengembangan profesional.

7.03. 7,03. Credit fully the work of others and refrain from taking undue credit. Kredit sepenuhnya pekerjaan orang lain dan menahan diri dari mengambil kredit yang tidak semestinya.

7.04. 7,04. Review the work of others in an objective, candid, and properly-documented way. Meninjau pekerjaan orang lain dalam, jujur, dan benar-didokumentasikan secara obyektif.

7.05. 7,05. Give a fair hearing to the opinions, concerns, or complaints of a colleague. Berikan sidang adil bagi pendapat, keprihatinan, atau keluhan dari rekan kerja.

7.06. 7,06. Assist colleagues in being fully aware of current standard work practices including policies and procedures for protecting passwords, files and other confidential information, and security measures in general. Membantu rekan di sepenuhnya menyadari saat praktek kerja standar, termasuk kebijakan dan prosedur untuk melindungi password, file dan informasi rahasia lainnya, dan keamanan secara umum.

7.07. 7,07. Not unfairly intervene in the career of any colleague; however, concern for the employer, the client or public interest may compel software engineers, in good faith, to question the competence of a colleague. Tidak adil campur tangan dalam karir kolega apapun, namun perhatian terhadap majikan, klien atau kepentingan umum dapat memaksa insinyur perangkat lunak, dengan itikad baik, mempertanyakan kompetensi kolega.

7.08. 7,08. In situations outside of their own areas of competence, call upon the opinions of other professionals who have competence in that area. Dalam situasi di luar wilayah kompetensi mereka sendiri, panggilan atas pendapat profesional lain yang memiliki kompetensi di bidang itu.

Principle 8: SELF Prinsip 8: DIRI

Software engineers shall participate in lifelong learning regarding the practice of their profession and shall promote an ethical approach to the practice of the profession. insinyur Perangkat Lunak akan berpartisipasi dalam belajar seumur hidup tentang praktek profesi mereka dan akan mempromosikan pendekatan etis untuk praktek profesi. In particular, software engineers shall continually endeavor to: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus terus berusaha untuk:

8.01. 8,01. Further their knowledge of developments in the analysis, specification, design, development, maintenance and testing of software and related documents, together with the management of the development process. Lebih lanjut pengetahuan mereka tentang perkembangan di analisis, spesifikasi, desain, pengembangan, pemeliharaan dan pengujian perangkat lunak dan dokumen yang berkaitan, bersama dengan pengelolaan proses pembangunan.

8.02. 8,02. Improve their ability to create safe, reliable, and useful quality software at reasonable cost and within a reasonable time. Meningkatkan kemampuan mereka untuk menciptakan, handal, dan berguna kualitas perangkat lunak yang aman dengan biaya murah dan dalam waktu yang wajar.

8.03. 8,03. Improve their ability to produce accurate, informative, and well-written documentation. Meningkatkan kemampuan mereka untuk memproduksi, informatif, dan juga ditulis dokumentasi yang akurat.

8.04. 8,04. Improve their understanding of the software and related documents on which they work and of the environment in which they will be used. Meningkatkan pemahaman mereka terhadap perangkat lunak dan dokumen yang terkait pada tempat mereka bekerja dan lingkungan di mana mereka akan digunakan.

8.05. 8,05. Improve their knowledge of relevant standards and the law governing the software and related documents on which they work. Meningkatkan pengetahuan mereka tentang standar dan hukum yang mengatur perangkat lunak dan dokumen yang terkait pada tempat mereka bekerja.

8.06 Improve their knowledge of this Code, its interpretation, and its application to their work. 8,06 Meningkatkan pengetahuan mereka tentang Pedoman ini, interpretasi, dan aplikasi untuk pekerjaan mereka.

8.07 Not give unfair treatment to anyone because of any irrelevant prejudices. 8,07 Tidak memberikan perlakuan tidak adil kepada siapapun karena prasangka apapun tidak relevan.

8.08. 8,08. Not influence others to undertake any action that involves a breach of this Code. Tidak mempengaruhi orang lain untuk melakukan tindakan yang melibatkan pelanggaran terhadap Kode Etik ini.

8.09. 8,09. Recognize that personal violations of this Code are inconsistent with being a professional software engineer. Mengakui bahwa pelanggaran pribadi standar ini konsisten dengan menjadi insinyur perangkat lunak profesional.

This Code was developed by the ACM/IEEE-CS joint task force on Software Engineering Ethics and Professional Practices (SEEPP): Kode ini dikembangkan oleh ACM / joint task force CS-IEEE pada Rekayasa Perangkat Lunak Etika dan Profesional Praktek (SEEPP):

Executive Committee: Donald Gotterbarn (Chair), Keith Miller and Simon Rogerson; Komite Eksekutif: Gotterbarn Donald (Ketua), Miller Keith dan Rogerson Simon;

Members: Steve Barber, Peter Barnes, Ilene Burnstein, Michael Davis, Amr El-Kadi, N. Ben Fairweather, Milton Fulghum, N. Jayaram, Tom Jewett, Mark Kanko, Ernie Kallman, Duncan Langford, Joyce Currie Little, Ed Mechler, Manuel J. Norman, Douglas Phillips, Peter Ron Prinzivalli, Patrick Sullivan, John Weckert, Vivian Weil, S. Weisband and Laurie Honour Werth. Anggota: Barber Steve, Barnes Peter, Burnstein Ilene, Michael Davis, Amr El-Kadi, N. Fairweather Ben, Fulghum Milton, N. Jayaram, Jewett Tom, KankĊ Mark, Kallman Ernie, Langford Duncan, Currie Joyce Little, Mechler Ed, Manuel J. Norman, Douglas Phillips, Ron Prinzivalli Peter, Sullivan Patrick, Weckert John, Weil Vivian, S. Weisband dan Laurie Werth Mulia.

This Code may be published without permission as long as it is not changed in any way and it carries the copyright notice. Kode ini dapat diterbitkan tanpa izin sepanjang tidak diubah dengan cara apapun dan ia membawa pemberitahuan hak cipta. Copyright (c) 1999 by the Association for Computing Machinery, Inc. and the Institute for Electrical and Electronics Engineers, Inc. Copyright (c) 1999 oleh Asosiasi untuk Mesin Komputasi, Inc dan Institut untuk dan Listrik Engineers, Inc





gambar di atas Modus baru cyber neter indonesia Tugas Part 2#

Modus baru cyber neter indonesia Tugas Part 2#

Modus baru cyber chrime neter indonesia Tugas Part 2#


I. Gambar 1

Interpol Indonesia mengaku banyak menerima laporan dan pengaduan dari pengguna Internet di negara lain yang merasa ditipu oleh orang yang mengaku pedagang di Indonesia. Banyak pengguna Internet di luar negeri yang menjadi korban kejahatan melalui dunia maya (cyber crime) yang dilakukan oleh pelaku-pelaku di Indonesia.


Menurut keterangan para korban, mereka telah ditawari barang oleh pedagang di Indonesia melalui Internet, namun ketika sudah membayar uang muka (down payment), orang yang mengaku pedagang itu menghilang, kata Sekretaris National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia Brigadir Jenderal Halba Rubis Nugroho, Kamis.

"Setelah buyer membayar DP sekian persen, pembeli itu menghilang dan tidak bisa dikontak," ujarnya di Bandung. Menurutnya, tren cyber crime di Indonesia kini mulai berubah. Dahulu, pelaku cyber crime modusnya memakai kartu kredit orang lain untuk membeli barang dari luar negeri.

"Nah kini sebaliknya. Banyak korban dari luar negeri justru yang tertipu dengan pedagang palsu dari Indonesia saat transaksi via Internet,"

Dia menghimbau agar semua pihak berhati-hati sebelum transaksi via dunia maya. Selain itu, sebelum melakukan transaksi, baiknya melaporkan dahulu kepada NCB melalui www.interpol.go.id. "Dengan laporan itu, nanti kami akan mengecek si pedagang itu apa benar atau fiktif. Dan begitu juga sebaliknya," ucapnya.

Ditempat yang sama, Kanit V/Cyber Direktorat II Bareskrim Mabes Polri Komisaris Beras Petrus Golose menuturkan, Indonesia pernah tercatat sebagai negara yang paling banyak tindak cyber crime-nya.

"Itu secara kuantitas. Namun secara kualitas, Amerika nomor satu karena dari aksi cyber crime itu, 85 persen IP Protokolnya dari Amerika. Yang 15 persen tersebar di seluruh dunia," katanya. Menurutnya, sejak 2006 hingga 2009, telah ada banyak korban dari 49 negara di dunia yang mengaku menjadi korban cyber crime oleh orang Indonesia.

Selain itu, dia menambahkan, pekerjaan menyidik cyber crime tergolong unik. Pasalnya, tidak diketahui pelakunya. "Paling yang ketemu komputernya. Dan untuk menangani kasus cyber crime di Indonesia itu, kami baru punya 20 orang, tulisan yang sama di Republik.


II. Gambar 2

Masalah Keamanan Penghambat Bisnis Oleh para penjahat Cyber, Memasuki bulan ketiga tahun 2010 ini, Symantec mulai melihat sejumah prediksi keamanan 2010 yang menjadi kenyataan. Di awal dekade baru ini, para penjahat cyber terus mencari cara-cara baru dan canggih untuk menyerang konsumen dan enterprise.

Berikut adalah 10 fakta serius mengenai keamanan yang tidak dapat diabaikan pada 2010:

1. Serangan Cyber Merugikan Banyak Perusahaan. 75% perusahaan besar menderita akibat serangan cyber dalam 12 bulan terakhir, dengan kerugian rata-rata mencapai US$2 juta per tahun.

2. Pergeseran Spam Global. Asia Pasific dan Jepang serta Amerika Selatan mengambil alih posisi Amerika Utara dan EMEA sebagai sumber spam tersebesar

3. Urutan Tertinggi dalam Daftar Aktivitas Jahat. China menempati urutan tertinggi dalam aktivitas jahat, mencapai 25% dari total di seluruh dunia.

4. Kartu Kredit adalah yang Paling Laris Diperdagangkan. Informasi kartu kredit adalah yang paling umum diiklankan untuk diperjualbelikan di ekonomi bawah tanah, mencapai 18% dari seluruh barang dan layanan.

5. Bank-bank Menjadi Sasaran Phishing. 76% merek yang digunakan dalam serangan phishing pada 2010 berada di sektor keuangan.

6. Spam Tradisional Hilang, Scam dengan Target Khusus Muncul. Jumlah total pesan scam dan phishing mencapai 21% dari seluruh spam, merupakan yang tertinggi sejak 2007.

7. Agenda Baru Mendorong Serangan. Gempa di Haiti telah meningkatkan volume pesan scam dan phishing ketika spammer menggunakan kejadian tragis ini untuk keuntungan mereka.

8. Para Penjahat Cyber Mengikuti yang Terbanyak. Di Asia Pasifik dan Jepang, serangan berbasis web terbesar pada Oktober-Desember 2009 terkait dengan to Microsoft® Internet Explorer® ADODB.Stream Object File Installation Weakness yang mencapai 41% dari total serangan.

9. Semakin Populernya Sebuah Platform Baru akan Mendorong Serangan. Ketika pencarian istilah iPad meningkat, serangan SEO (search engine optimization) dan phishing teramati selama peluncuran Apple iPad.

10. Para Penjahat Cyber Mencuri Informasi, Bukan Infrastruktur. Pencurian kekayaan intelektual dilaporkan merupakan kerugian cyber terbesar di kalangan dunia bisnis Singapura.


III. Gambar 3

Polri Gadungan Google dan Facebook Antisipasi Maraknya Cyber Crime,

Kepolisian Republik Indonesia (Polri), bekerjasama dengan berbagai perusahaan information technology guna mengantisipasi maraknya aneka kejahatan dunia maya (Cyber Crime). Satu diantara perusahaan yang dijadikan mitra kerjasama adalah facebook.

“Kami beKerjasama dengan perusahaan informasi teknologi, seperti microsoft, google, facebook, yahoo dan sebagainya,” ujar Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi III DPR, Selasa (23/2/2010), menanggapi pertanyaan Komisi III DPR terkait penanganan dan pencegahan kejahatan cyber crime.

Polri juga akan menjalin kerjasama dengan Departemen Komunikasi dan Informasi, provider telekomunikasi, pengusaha warnet dan akademisi untuk mengantisipasi kejahatan tersebut.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam penanganan sejumlah kasus Cyber crime akan dilakukan Polri dengan mengutus sejumlah penyidik untuk mengikuti pendidikan penyidikan kasus cyber crime.

“Coaching clinic, seminar, focus group discussion itu akan kita lakukan,” ujarnya. Selain itu Polri akan melengkapi sarana dan prasarana serta anggaran yang memadai untuk menunjang kegiatan penanganan dan pencegahan itu.

“Kami juga akan menjalin kerjasama dengan internasional yang bersifat antar negara dan antar institusi kepolisian serta memanfaatkan ekstradisi dan mutual legal assistance disamping penyelidikan melalui internet patrol,” tandasnya.


IV. Gambar 4

Amerika Sarang Situs Jahat Dunia,

China beberapa waktu belakangan ini selalu dikait-kaitkan dengan asal serangan cyber. Namun dalam sebuah riset terungkap bahwa sebagian besar situs yang memiliki muatan kejahatan bersarang alias di-hosting di server-server Amerika Serikat (AS).

Ini merupakan penelitian dari AVG Technologies dan dianalisis berdasarkan laporan ancaman selama periode enam bulan terakhir dari 110 juta pemakai produk keamanan web LinkScanner AVG di seluruh dunia.

Penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan jumlah situs web kejahatan yang menjadikan para pengguna sebagai sasarannya, yang biasanya berfokus pada pencurian data perbankan online, informasi kartu kredit, identitas pribadi dan kata sandi situs sosial.

Deteksi dan analisis dari ancaman itu berbasis pada metode crowd-source unik AVG untuk menganalisis konten web untuk mencari niat jahat atau berbahaya yang telah dilaporkan dari jaringan luas instalasi LinkScanner AVG.

Penelitian AVG menemukan bahwa kode jahat bukan hanya permasalahan dari server-server jahat yang berlokasi di negara-negara dengan penegakan hukum lemah. Pengawasan terhadap server web aktif yang memuat ancaman dari seluruh dunia menemukan bahwa 44 persen server yang telah terkorupsi berada di Amerika Serikat, diikuti oleh Jerman dan China dengan lima persen pada masing-masing negara.

Banyak dari situs-situs ini yang sebenarnya adalah situs-situs usaha yang telah disusupi para peretas untuk memuat konten-konten jahat. Server seperti ini ditemukan di hampir 4.600 lokasi di Amerika Serikat, Sayangnya, riset ini tidak menyebutkan pemilik atau pengendali kejahatan server-server ini. Dengan kata lain, orang-orang atau jaringan tersebut bisa berada di mana saja di seluruh dunia.

Memecahkan Mitos

Karel Obluk, Chief Technology Officer AVG Technologies mengatakan, hasil penelitian ini memecahkan mitos bahwa kode jahat umumnya di-host di negara-negara dimana hukum kejahatan elektronik belum berkembang.

"Riset kami menunjukkan bahwa konten jahat lebih mungkin muncul di server web Amerika dibandingkan di Asia dan Eropa Timur. Hal ini sebenarnya masuk akal karena Amerika Serikat adalah sasaran utama para penjahat ini dan telah memiliki infrastruktur internet yang kaya dan berkembang, yang berarti bahwa ancaman-ancaman itu benar-benar mudah untuk dicapai dan murah untuk di-host," jelasnya.

Yang paling mengejutkan adalah tingginya peningkatan jumlah server hasad enam bulan terakhir. Teknik peretasan masa kini amatlah sulit untuk dideteksi sehingga para pengguna rata-rata tidak dapat mengetahui apakah suatu website aman atau tidak.

"Yang lebih penting untuk diingat adalah dalam periode enam bulan terakhir, sekitar 50 persen dari ranah-ranah yang di-host di server-server tersebut hanya memuat konten yang mengancam sekitar satu hari atau bahkan kurang dari itu. Sifat ancaman ini yang selalu berpindah-pindah membuat mereka sulit ditemukan dan ditambahkan pada sistem perlindungan berbasis reputasi tradisional pada saat yang tepat," ia menandaskan.


Sedangkan cyber chrome yang benar buatan google asli yaitu:


Kecepatan

Chrome dirancang agar berjalan secepat mungkin: Cepat dimulai dari desktop, memuat laman web dalam sekejap, dan menjalankan aplikasi web yang rumit dengan cepat. Pelajari lebih lanjut tentang Chrome dan kecepatan.

Kesederhanaan

Jendela peramban Chrome efektif, bersih dan sederhana.

Chrome juga disertai fitur yang dirancang untuk efisiensi dan kemudahan penggunaan. Misalnya, Anda dapat menelusuri dan menavigasi dari kotak yang sama, dan mengatur tab sesuai keinginan — dengan cepat dan mudah.

Keamanan

Chrome dirancang untuk menjaga Anda lebih aman dan terjamin di web dengan perlindungan program jahat dan phishing internal, pemutakhiran otomatis untuk memastikan peramban tetap terkini dengan pemutakhiran keamanan terbaru, dan lain-lain. Pelajari lebih lanjut tentang Fitur keamanan chrom

· Dan fitur lainnya

Chrome memiliki banyak fitur internal yang berguna, termasuk di dalamnya ekstensi, terjemahan pada peramban, tema, dan lainnya. Pelajari lebih lanjut tentang fitur Chrome yang terbaru dan paling disukai.

Google Chrome dan Kecepatan

Ada banyak aspek untuk mempercepat perambanan, dan Chrome dirancang agar bekerja secepat dan seresponsif mungkin.
Untuk merasakan kecepatan Chrome, tonton video pengujian kecepatan peramban berikut:

1. Cepat dimulai

Chrome diluncurkan dari desktop dalam beberapa detik saat Anda mengeklik ganda ikon Chrome.

2. Cepat memuat laman web

Chrome didukung oleh mesin pengurai sumber terbuka WebKit, dan memuat laman web dalam sekejap.

Google Chrome dan Keamanan Peramban

Google Chrome disertai fitur untuk membantu melindungi Anda dan komputer dari situs web berbahaya saat meramban web. Chrome menggunakan teknologi seperti Perambanan Aman, sandboxing, dan pemutakhiran otomatis untuk membantu melindungi dari serangan phishing dan program jahat.

Perambanan Aman

Chrome akan menampilkan pesan peringatan sebelum Anda mengunjungi situs yang diduga berisi program jahat atau phishing.

Serangan phishing terjadi jika seseorang menyamar sebagai orang lain untuk mengelabui Anda agar berbagi informasi pribadi atau sensitif lainnya dengan mereka, biasanya melalui situs web palsu. Program jahat, di sisi lain, adalah perangkat lunak yang seringkali terpasang di komputer tanpa sepengetahuan Anda, dan dirancang untuk merusak komputer atau berpotensi mencuri informasi dari komputer.

Dengan mengaktifkan Perambanan Aman di Chrome, jika Anda menemui situs web yang dicurigai berisi phishing atau program jahat saat meramban web, Anda akan melihat laman peringatan seperti berikut. Pelajari lebih lanjut tentang Cara kerja peramban aman.

3. Cepat menjalankan aplikasi web

Di balik terpal, Chrome dilengkapi dengan V8, mesin JavaScript yang lebih andal, yang kami buat untuk menjalankan aplikasi web yang rumit secepat kilat. Dengan setiap rilis baru, Chrome terus meningkatkan kinerja JavaScript. Anda dapat menguji kecepatan JavaScript di peramban dengan tolok ukur V8 dan SunSpider.

Pengguna Chrome juga akan menikmati grafik 3D yang cepat dan mendukung akselerasi perangkat keras. Untuk mengujinya di versi terbaru Chrome.

Seiring aplikasi web yang kita gunakan setiap hari menjadi semakin dinamis, peramban harus mampu menyusun dan mengubah elemen pada laman web secepat mungkin. Kemampuan ini diukur oleh Mozilla Dromeao DOM Core Test.Seperti kinerja JavaScript, skor kinerja DOM Core Chrome terus meningkat pada setiap rilisnya.

4. Cepat menelusuri dan menavigasi

Anda dapat mengetikkan penelusuran maupun alamat web di gabungan bilah penelusuran dan alamat Chrome, yang disebut sebagai Mahakotak.
Mahakotak menyediakan saran untuk penelusuran dan alamat web ketika Anda mengetik, serta fungsionalitas pelengkapan otomatis untuk membantu menemukan yang Anda cari hanya dengan menekan tombol.

Anda juga dapat mengaktifkan fitur Chrome Sekejap,yang dapat membantu Anda menelusuri dan meramban secara lebih cepat di web. Fitur Chrome Sekejap menunjukkan hasil penelusuran dan laman web pada jendela peramban ketika Anda mengetik di Mahakotak, bahkan sebelum Anda menekan Enter. Jika Anda tidak melihat hasil yang Anda inginkan, teruskan mengetik dan hasilnya akan diperbarui secara dinamis.

Sandboxing

Sandboxing membantu mencegah program jahat memasang dirinya di komputer Anda atau memanfaatkan yang terjadi di satu tab peramban untuk mempengaruhi yang terjadi di tab lain. Sandbox menambah lapisan perlindungan tambahan pada peramban dengan melindungi dari laman web berbahaya yang berusaha memasang program di komputer Anda, memantau aktivitas web, atau mencuri informasi pribadi dari komputer Anda.

Pemutakhiran otomatis

Untuk memastikan bahwa Anda terlindung dengan pemutakhiran keamanan terkini, Chrome memeriksa pemutakhiran secara teratur untuk memastikan bahwa keamanan selalu diperbarui. Pemeriksaan pemutakhiran memastikan bahwa versi Chrome Anda dimutakhirkan secara otomatis dengan fitur dan perbaikan keamanan terkini tanpa campur tangan Anda.

Peramban, Google Chrome, Privasi, dan Anda

Kami membuat Chrome tidak hanya agar lebih cepat, tetapi juga memungkinkan Anda mengontrol informasi pribadi sambil membantu melindungi informasi yang Anda bagi saat daring.


Tiga Profesi / Bisnis Bidang TI yang paling Prospektif Tugas Part 3#

Tiga Profesi / Bisnis Bidang TI yang paling Prospektif Tugas Part 3#

1.Parallel Programming
Pada tahun 2012, komputer akan melompat dari core duo prosesor multi-core prosesor – sebanyak 80 prosesor per mesin – daya superkomputer pengepakan ke dalam desktop, kata Jerry Bautista, co-direktur Intel berskala Tera Computing Research Program. Core yang berbeda dapat bekerja secara paralel, seperti simfoni’s instrumen, cracking masalah kompleks, membangun model manusia hidup dan mengantisipasi dengan kebutuhan pengguna, semua pada kecepatan hati. Parallel programmer yang dapat menjaga ‘simfoni’ selaras akan permintaan tinggi. Kualifikasi: Sebuah gelar sarjana atau lebih tinggi di bidang ilmu komputer atau bidang yang relevan, non-linear berpikir dan kreativitas.Gaji: $ 79,000 ke $ 88,000

2. 1.Simulasi Rekayasa
Pada tahun 2012, peningkatan kekuasaan dan pengolahan data yang kaya akan membuat simulasi lebih realistis, dan user-friendly. Simulasi insinyur akan bekerja untuk membawa kita lebih dekat ke “Star Trek” Holodecks-yang paling total rendaman simulasi. Simulasi akan berada di setiap industri dan setiap bidang rekayasa, kata Frieder Seible, dekan Jacobs School of Engineering di University of California-San Diego. Bisnis akan menguji produk produk dan rilis dan memprediksi pasar. Insinyur akan menguji desain, dari jembatan ke gedung pencakar langit, dengan mengkaji proyeksi sebesar badan. Sejarawan akan dapat menciptakan kembali masa lalu, seperti Roma kuno atau pendaratan di bulan.
Kualifikasi: Sebuah gelar sarjana dalam ilmu komputer, teknik, matematika, fisika atau bidang yang relevan; kemampuan analisis dan interpersonal yang baik.
Gaji: $ 91,000 to $ 114,000
2. Teknologi Data
Tahun 2012, frekuensi radio ID chip, kamera video, komputer dan sensor akan menghasilkan jumlah informasi yang luar biasa. Teknologi data membangun struktur-nyata dan virtual-yang mengubah tumpukan data menjadi sesuatu yang bermakna dan indah, kata Eric Rodenbeck, pendiri dan direktur kreatif di Desain benang sari.
Kualifikasi: Pengalaman dalam lingkungan virtual, pencitraan dan visualisasi, keterampilan teknis, kemauan untuk belajar alat-alat baru dan imajinasi.
Gaji: $ 90,000 to $ 102,000

3.1. Industri makanan organik . Tahun 2010, makanan dan minuman organik akan mewakili sekitar 10 persen dari total pasar – peningkatan sepuluh kali lipat dari tahun 1998. Bob Scowcroft, direktur eksekutif Pertanian Organik Research Foundation mengatakan akan segera industri membutuhkan lebih banyak produsen makanan organik, sertifikasi para ahli, pengecer dan ilmuwan sebagai organik menjadi mainstream. Kualifikasi: makanan organik keahlian dalam pertanian, bisnis atau ilmu pengetahuan. Gaji : $ 50.000 hingga $ 80.000

2. Roboticists
Dalam satu hal, robot sudah mengambil alih dunia. Komponen, prosesor dan sensor untuk robot semakin murah setiap triwulan, kata Paulus Saffo, teknologi peramal. Ratusan aplikasi baru untuk robot sudah sedang dikembangkan. Robot sudah bekerja di laboratorium penelitian, pabrik, rumah sakit, tempat penitipan anak dan rumah tangga, dan kecenderungan hanya diharapkan tumbuh sebagai lapangan berkembang.
Kualifikasi: Pengalaman dalam ilmu komputer, teknik dan elektronik dan game.
Gaji: $ 80,000 ke $ 90,000


Kode etik di perusahaan

Kode Etik Penggunaan Internet Di Perusahaan Tugas Part 4#



Siapa kita dan bagaimana kita bekerja

Kode etik di perusahaan

1. Prinsip-prinsip bisnis AkzoNobel memberikan arti pada suatu bisnis yang baik.

Prinsip-prinsip bisnis tersebut membantu kita untuk tetap berhasil sebagai perusahaan, hari ini dan di masa depan, karena prinsip-prinsip bisnis tersebut membantu kita mempertahankan lisensi untuk beroperasi dalam kesimbangan antara manusia, keuntungan perusahaan dan planet kita.

Prinsip-prinsip bisnis AkzoNobel telah diperkenalkan lima tahun lalu, dan secara

keseluruhan telah berhasil. Kita telah melatih karyawan-karyawan diseluruh dunia, tetapi tentu saja hal ini bukan suatu kegiatan sesaat. Kita terus berpikir dan bertindak sehari-hari sesuai dengan prinsip-prinsip bisnis. Untuk membantu kita agar tetap fokus pada halhal tersebut didalam kebiasaan kita, dengan senang saya sampaikan kepada Anda sekalian kode etik AkzoNobel. Kode etik ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran jelas mengenai kewajiban yang harus dimengerti oleh setiap karyawan perusahaan. Intinya adalah hal ini tidak hanya merangkum

prinsip-prinsip bisnis secara umum, tetapi juga petunjuk perusahaan yang penting dan relevan. Dengan demikian akan membantu kita semua dalam melakukan pekerjaan kita sesuai dengan standar perusahaan. Sebagai karyawan Anda harus memiliki rasa tanggung jawab pribadi untuk mengetahui kode etik dan mematuhinya. Oleh sebab itu perlu Anda ketahui bahwa jika Anda tidak menjalankan hal-hal yang diminta, AkzoNobel akan mempertimbangkan pemberian sanksi disiplin, termasuk kemungkinan pemutusan hubungan kerja pada kasus-kasus kelalaian yang berat. Sejak kita semua menyelesaikan pelatihan prinsip-prinsip bisnis, kami mengganggap Anda telah bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip bisnis tersebut. Jika tidak, atau jika Anda menghadapi situasi yang

membuat Anda ragu bagaimana bertindak sesuai kode etik, silahkan hubungi atasan Anda. Atasan Anda akan membantu memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda mengenai bagaimana menafsirkan atau menerapkan kode etik ini. Selanjutnya, Anda harus melaporkan kepada manajemen setiap kegiatan yang melanggar kebijakan atau peraturan perusahaan. Untuk mendukung tujuan itu AkzoNobel telah membuat prosedur pengaduan, yang dapat membantu Anda menentukan cara terbaik untuk menyuarakan keprihatinan Anda. Kami menjamin akan memberikan perlindungan penuh kepada karyawan yang melaporkan suatu pelanggaran atau dugaan pelanggaran terhadap kode etik. Untuk jelasnya, kami juga menekankan bahwa manajemen tingkat atas tidak akan menyalahkan manajemen atau karyawan jika terjadi kerugian bisnis sebagai akibat dari mematuhi kode etik. Saya percaya bahwa Anda akan mendukung dan mematuhi

kode etik kita. Kode etik kita mengambarkan siapa kita dan bagaimana kita bekerja. Oleh karena itu Saya mengharapkan setiap karyawan untuk sepenuhnya memegang hal yang terkandung didalamnya. Dengan demikian, kita dapat meyakinkan diri bahwa kita akan terus membangun satu perusahaan yang dapat

dibanggakan oleh kita bersama. Tertanda Hans Wijers CEO AkzoNobel

Surat Untuk Karyawan dari CEO

Pada manual ini terdapat kode etik AkzoNobel. Di

tahun 2008, AkzoNobel mendefinisikan kembali

peringkat perusahaan.

Pertama yaitu memusatkan perhatian pada pelanggan kami untuk masa mendatang Mendekatkan diri dengan rencana yang diinginkan wirausahawan Membangun mereka yang berbakat dan potensi diantara karyawan kita Berani melangkah dan belajar dari masalah yang dihadapi Berperilaku jujur dan dapat dipercaya serta -

bertanggung jawab

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 3

02 Surat untuk karyawan dari CEO

04 Pendahuluan

05 Perusahaan kita

Prinsip - prinsip bisnis Lingkungan Dukungan masyarakat

07 Integritas bisnis

Mematuhi hukum perundang-undangan Komunikasi & Informasi

Kebebasan berusaha dan persaingan sehat Perbuatan penggelapan, penipuan atau perbuatan tidak biasa Keberadaan di negara berisiko tinggi Pekerja anak Tenaga kerja paksa

10 Tanggung jawab perusahaan

Komunikasi yang terbuka Kesempatan yang sama Lingkungan kerja yang sehat Hak untuk berorganisasi Kesepakatan bersama

Partisipasi dalam kehidupan berpolitik Perlindungan data pribadi

Dialog Kinerja & Pengembangan

12 Tanggung jawab karyawan

Hubungan dengan media dan pengungkapan informasi Informasi dalam Identitas perusahaan Melindungi kekayaan intelektual AkzoNobel Penggunaan Internet / kode etik IT Perjalanan dinas

Penyalahgunaan zat kimia Daftar Isi Kode etik ini bukan suatu kontrak kerja dan tidak mengubah sifat pekerjaan

anda (di Amerika Serikat: “Atas kehendak”).

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 4

Sebagai seorang karyawan AkzoNobel, anda diharapkan dapat

bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip bisnis

perusahaan serta mematuhi kebijakan, hukum dan peraturan

perusahaan. Nilai-nilai dan prinsip-prinsip bisnis perusahaan

merupakan pernyataan siapa kita dan bagaimana kita ingin

dianggap oleh para stakeholder (pihak-pihak yang berkepentingan

terhadap perusahaan). Dituangkan dalam petunjuk, kebijakan dan

arahan perusahaan, semuanya diharapkan untuk dilaksanakan

oleh seluruh karyawan setiap hari.

Pendahuluan

Kode etik ini berisi gambaran dari informasi penting, termasuk prinsip - prinsip bisnis dan petunjuk-petunjuk, yang terkait dengan seluruh karyawan. Kode

etik ini merupakan pernyataan tentang siapa kita dan bagaimana kita bekerja. Kapanpun kita menghadapi masalah etika atau hukum yang sulit, kita

harus menyelesaikannya sesuai dengan kode etik kita. Kode etik ini merupakan dokumen yang terus berkembang dan oleh karena itu akan diperbaharui

jika dianggap perlu. Sebagai karyawan, anda akan selalu diinformasikan bila terjadi pembaharuan.

Bagian-bagian kunci dari dokumen ini meliputi:

Perusahaan kita

Integritas bisnis

Tanggung jawab perusahaan

Tanggung jawab karyawan

Selanjutnya, anda harus melaporkan kepada manajemen bila terdapat kegiatan yang melanggar kebijakan atau peraturan perusahaan. Untuk mendukung tujuan itu, AkzoNobel telah membuat prosedur pengaduan yang dapat membantu anda

menentukan cara terbaik untuk menyuarakan keprihatinan anda. Kami menjamin akan memberikan perlindungan penuh kepada karyawan yang melaporkan suatu pelanggaran atau dugaan pelanggaran terhadap kode etik. Untuk jelasnya, kami tekankan bahwa manajemen tingkat atas tidak akan mempersalahkan karyawan jika terjadi kerugian bisnis sebagai akibat mematuhi kode etik. Perlu diperhatikan bahwa jika tidak mematuhi, atau dengan sengaja melanggar prinsip-prinsip bisnis dan kode etik kita, maka perusahaan akan mempertimbangkan tindakan disiplin,

sampai dengan dan termasuk pemutusan hubungan kerja. Karena saat ini prinsip-prinsip bisnis telah diberlakukan, maka kami menganggap seluruh karyawan telah bertindak sesuai dengan itu. Jika anda memiliki pertanyaan tentang bagaimana

menafsirkan atau menerapkan kode etik ini, atau kebijakan maupun petunjuk perusahaan lainnya, silahkan berkonsultasi dengan manajer anda.

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 5

Prinsip-prinsip bisnis

Sebagaimana dijelaskan dalam pernyataan perusahaan bahwa ambisi AkzoNobel adalah untuk menjadi pilihan utama para pelanggan, para pemegang saham, dan karyawan, serta menjadi anggota masyarakat yang terhormat. Dilandasi semangat OECD Guidelines untuk Perusahaan Multinasional, dokumen ini menunjukkan nilai-nilai dasar yang harus menjadi pegangan dalam berbuat dan bertindak bagi AkzoNobel untuk mewujudkan ambisi kita. Dalam hal ini, prinsip - prinsip bisnis

AkzoNobel berlaku sama untuk semua transaksi bisnis kita di seluruh dunia dan untuk perilaku karyawan dalam melaksanakan bisnis AkzoNobel. Prinsip - prinsip bisnis juga akan menampilkan bersama pertanggung-jawaban pokok AkzoNobel untuk bidangbidang kebijakan tertentu. Prinsip-prinsip bisnis tersebut memungkinkan Business Unit Management dan Country Management bebas menetapkan aturan-aturan setempat untuk kegiatan bisnis asalkan aturan tersebut konsisten dengan nilai-nilai pokok dan menjaga nama baik AkzoNobel di seluruh dunia. Adalah tanggung jawab Board of Management dan tiap Business Unit Manager untuk menjamin bahwa prinsip – prinsip bisnis AkzoNobel dikomunikasikan kepada dan dipatuhi oleh para karyawan AkzoNobel. Selain itu, AkzoNobel menganggap penerapan prinsip-prinsip bisnis sebagai hal yang sangat

penting dalam pengambilan keputusan untuk membuat atau melanjutkan hubungan dengan para kontraktor dan pemasok, serta partisipasi dalam joint venture.

Nilai-nilai kita

Peringkat kita ditentukan dengan moto "Tindakan yang diambil kini untuk langkah di hari Esok".Kita menganut:

Pertama yaitu memusatkan perhatian pada pelanggan kami untuk masa mendatang Mendekatkan diri dengan rencana yang diinginkan wirausahawan Membangun mereka yang berbakat dan potensi diantara karyawan kita Berani melangkah dan belajar dari masalah yang dihadapi Berperilaku jujur dan dapat dipercaya serta bertanggung jawab Tanggung jawab

AkzoNobel berkomitmen untuk menciptakan nilai secara jangka panjang untuk para pelanggan, pemegang saham, karyawan, dan masyarakat, dengan menyadari bahwa keuntungan yang berkelan-jutan sangat penting untuk kelangsungan bisnisnya. Kita akan fokus pada upaya untuk kesuksesan pelanggan kita. Merupakan tanggung jawab kita untuk menyediakan para pelanggan produk dan jasa yang memberikan nilai dalam hal harga dan mutu, serta memenuhi standar kesehatan, keselamatan dan lingkungan yang tinggi. Kita akan memberikan keuntungan yang kompetitif atas investasi para pemegang saham kita. Dalam hal ini

merupakan tanggung jawab kita untuk memenuhi harapan dari para investor kita. Kita akan menciptakan lingkungan kerja yang menarik bagi para karyawan. Dalam hal ini merupakan tanggung jawab kita untuk merekrut, mempekerjakan dan mempromosikan

karyawan berdasarkan pekerjaan yang sesuai, untuk merangsang pengem-bangan pribadi dan profesionalisme, serta menyediakan kondisi kerja yang sehat dan aman. Kita juga bertanggung jawab untuk mencegah pelecehan atau diskriminasi dalam bentuk apapun dan eksploitasi terhadap pekerja anak. Kita akan melaksanakan kegiatan-kegiatan kita dengan perilaku yang bertanggung jawab secara sosial. Dalam hal ini kita memperhatikan hukum perundang-undangan di negara tempat kita beroperasi, mendukung hak-hak azasi manusia sejalan dengan peran bisnis yang sah dan memberikan perhatian yang layak untuk kesehatan, keselamatan, dan lingkungan yang konsisten dengan komitmen kita untuk memberikan kontribusi dalam pengem-bangan yang berkelanjutan. Perusahaan kita

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 6

Kebebasan berusaha

AkzoNobel mendukung prinsip-prinsip kebebasan berusaha

dan persaingan yang sehat. Perusahaan bertujuan untuk

memenuhi kebutuhan para pelanggan dengan lebih cepat,

lebih baik, dan lebih spesial dibanding para pesaing kita.

Untuk itu, AkzoNobel akan bersaing dengan sekuat tenaga

tetapi secara sehat, dan dalam lingkup hukum persaingan

yang berlaku.

Integritas bisnis

AkzoNobel menuntut integritas dan keadilan dalam semua

aspek kegiatan bisnisnya.

Suap dan segala bentuk lain dari praktek bisnis yang tidak

etis adalah terlarang.

Karyawan AkzoNobel diharapkan menghindari segala

keadaan dimana kepentingan pribadi atau keuangan

mereka dapat bertentangan dengan kepentingan

perusahaan.

Semua transaksi bisnis harus tercatat dengan akurat dan

lengkap sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi perusahaan

dan peraturan setempat serta dapat diaudit.

Kegiatan kemasyarakatan

Perusahaan-perusahaan AkzoNobel dianjurkan untuk

mendukung kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Perusahaan-perusahaan AkzoNobel memberikan

kesempatan kepada para karyawannya untuk berperan

aktif dalam hal-hal sosial – misalnya melalui programprogram

kemasyarakatan atau pendidikan – kecuali

keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menimbulkan

konflik kepentingan.

Perusahaan-perusahaan AkzoNobel tidak melakukan

pembayaran kepada partai-partai politik, maupun institusi,

agen atau perwakilan mereka.

Komunikasi

AkzoNobel mengakui, dilihat dari lingkup kegiatan perusahaan, dampaknya terhadap para stakeholder, dan peran publik yang dimainkan perusahaan, bahwa komunikasi yang baik adalah sangat diperlukan. Bergantung dari pertimbangan

pengecualian karena kerahasiaan, perusahaan-perusahaan AkzoNobel berupaya untuk berkomunikasi dengan pihak lain secara terbuka, berdasarkan fakta, dan tepat waktu.

Kepatuhan

Board of Management tidak akan meminta Manajemen bertang-gungjawab atas kerugian bisnis yang timbul akibat mematuhi prinsip - prinsip bisnis AkzoNobel.

Lingkungan

AkzoNobel melindungi lingkungan dengan mencegah atau meminimal-kan dampak lingkungan dari kegiatan-kegiatan dan produk-produknya melalui rancangan, pabrikasi, distribusi dan cara pembuangan limbah yang tepat. AkzoNobel mengharapkan seluruh karyawan memainkan peran dalam melindungi lingkungan. Jika ada karyawan yang mengetahui adanya pelanggaran undang-undang

lingkungan atau kegiatan yang berusaha menutupi pelanggaran sejenis, karyawan bersangkutan harus segera melaporkan hal tersebut kepada atasannya atau – jika perlu, kepada AkzoNobel General Counsel dengan menggunakan

Prosedur Keluhan. AkzoNobel berusaha meningkatkan kepedulian para

pemasok dan pelanggannya atas kesehatan, keselamatan dan lingkungan melalui sistem manajemen Product Stewardship.

Dukungan masyarakat

AkzoNobel mendukung kegiatan-kegiatan dalam masyarakat tempat para karyawannya tinggal dan bekerja. AkzoNobel Community Program memberikan sarana untuk mendukung program-program tersebut asalkan para karyawan terlibat langsung secara pribadi. Untuk itu, para karyawan didorong untuk aktif berpartisipasi dan mengajukan proyek-proyek kepada manajemen / komite setempat.

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 7

Mematuhi hukum perundangundangan

Kebijakan AkzoNobel adalah mematuhi hukum perundangundangan dan peraturan yang berlaku dalam bidang usahanya. Dalam melaksanakan bisnis AkzoNobel, para karyawan mungkin akan menghadapi berbagai masalah

hukum, terutama dibidang-bidang yang dijelaskan di bawah ini. Apabila ada pertanyaan-pertanyaan terkait dengan hukum perundang-undangan atau peraturan tertentu, hubungi AkzoNobel Legal Affairs.

Komunikasi & Informasi

AkzoNobel mengakui, dilihat dari lingkup kegiatan perusahaan dampaknya terhadap para stakeholder, dan peran publik yang dimainkan perusahaan, bahwa komunikasi yang baik adalah sangat diperlukan. Bergantung dari pertimbangan

pengecualian karena kerahasiaan, perusahaan-perusahaan AkzoNobel berupaya untuk berkomunikasi dengan pihak lain secara terbuka, berdasarkan fakta, dan tepat waktu.

Kebebasan berusaha dan

persaingan sehat

AkzoNobel mendukung prinsip-prinsip kebebasan berusaha dan persaingan sehat. Perusahaan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih spesifik dibanding para pesaing kita. Untuk itu, AkzoNobel akan bersaing dengan sekuat tenaga tetapi secara sehat, dan dalam lingkup hukum persaingan yang berlaku. AkzoNobel menuntut integritas dan kejujuran dalam semua aspek kegiatan bisnisnya. Suap-menyuap dan segala bentuk lain dari praktek bisnis yang tidak etis adalah terlarang. Para karyawan AkzoNobel diharapkan menghindari segala keadaan dimana kepentingan pribadi atau keuangan mereka dapat bertentangan dengan kepentingan perusahaan. Semua transaksi bisnis harus tercatat dengan akurat dan lengkap sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi perusahaan dan peraturan setempat serta dapat diaudit. Kepatuhan terhadap Hukum Persaingan

AkzoNobel akan bersaing demi bisnis. AkzoNobel mengharapkan para karyawannya bersaing sesuai dengan hukum dan secara etis pula. AkzoNobel menerapkan kebijakan yang ketat untuk menjamin kegiatan usahanya di seluruh penjuru dunia selalu mematuhi hukum-hukum persaingan yang berlaku serta AkzoNobel Competition Law Compliance Policy.

Berurusan dengan pemasok

AkzoNobel in gin melakukan bisnis dengan rekan-rekan bisnis yang mendukung nilai-nilai etika kita dan standar lingkungan dan sosial kita yang telah diformulasikan dalam prinsipprinsip bisnis. AkzoNobel menganggap bahwa aplikasi dari prinsip-prinsip bisnisnya merupakan hal terpenting dalam pengambilan keputusan untuk memulai atau melanjutkan hubungan dengan para pemasok dan kontraktor. Integritas bisnis

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 8

Pembayaran

Suap

Suap dan segala bentuk lain dari praktek bisnis yang tidak etis adalah terlarang. Dalam keadaan bagaimanapun juga tidak dibenarkan bagi petugas, karyawan, agen atau perwakilan AkzoNobel untuk membuat, menawarkan, menjanjikan atau

mengotorisasi pembayaran atau hadiah:

untuk mendapatkan keuntungan bisnis

untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah atau

yang dapat menimbulkan hal yang tidak pantas.

Harap dipahami bahwa dengan penawaran saja, tanpa adanya pembayaran, tetap melanggar hukum dan Kebijakan AkzoNobel. Pembayaran komisi Aturan yang melarang praktek suap dalam segala bentuknya tidak dapat disamarkan dengan pembayaran komisi. Suatu pembayaran komisi harus disahkan dengan jasa yang jelas dan dapat ditelusuri yang diberikan kepada AkzoNobel. Pembayaran kepada para agen, distributor dan komisaris tidak boleh melebihi nilai dan praktek bisnis yang normal. Pejabat-pejabat pemerintah tidak boleh ditunjuk oleh AkzoNobel sebagai agen, distributor atau komisaris. Pembayaran fasilitasi Pembayaran fasilitasi adalah pembayaran-pembayaran kecil dalam bentuk uang atau barang (produk-produk AkzoNobel misalnya) kepada para pejabat sesuai dengan kebiasaan setempat yang telah diketahui secara umum atau dilakukan secara luas untuk mempercepat kinerja dari tugas rutin pemerintah, seperti pemrosesan surat ijin pemerintah. AkzoNobel membuat ukuran-ukuran untuk menghilangkan

praktek-praktek tersebut. Dalam situasi apapun, hukum dan peraturan yang berlaku harus dipatuhi, dimana di beberapa Negara pembayaran fasilitasi ini sudah dilarang sama sekali. Untuk mengklarifikasi apakah suatu pembayaran dianggap pembayaran fasilitasi dan apakah pembayaran itu diijinkan secara sah, harap

konsultasikan dengan AkzoNobel Legal Affairs. Pencatatan pembayaran

Seluruh pembayaran, termasuk pembayaran fasilitasi, harus dicatat dalam ledger yang tepat sesuai dengan prinsipprinsip akuntansi Perusahaan dan hukum setempat yang berlaku. Akun rahasia dan/atau pencatatan diluar akun-akun

Perusahaan dilarang keras. Tidak ada pembayaran yang dilakukan melalui agen kecuali merupakan bagian dari biaya keagenan normal atau pembayaran kembali untuk biayabiaya yang timbul. Diluar dari transaksi-transaksi kas kecil, tidak diijinkan melakukan pembayaran-pembayaran tunai kepada pihak ketiga; semua pembayaran harus dilakukan melalui rekening bank secara tertulis. Tidak diijinkan melakukan pembayaran ke nomor rekening yang tidak jelas. Suatu permintaan dari rekanan kontrak untuk mengalihkan pembayaran kepada badan atau pihak lain wajib ditolak. Seluruh pembayaran akan diaudit baik internal maupun eksternal. Semua transaksi keuangan harus dicatat secara tepat waktu dan akurat. Sebagai tambahan, informasi apapun yang berhubungan dengan suatu transaksi material harus dicatat. Pencatatan AkzoNobel harus mengungkapkan

transaksi-transaksi yang sesuai dengan standar-standar akuntansi yang diakui dan harus dirancang untuk mencegah transaksi-transaksi yang yang tidak tercatat seperti sogok dan suap. Dengan demikian, para karyawan perusahaan harus mengikuti semua standar, prinsip dan hukum yang berlaku untuk laporan keuangan dan akuntansi. Karyawan tidak diperbolehkan membuat akun yang ditutup-tutupi atau yang tidak tercatat dengan mengatasnamakan perusahaan

untuk tujuan apapun. Sebagai tambahan, masukan palsu atau dibuat-buat tidak boleh dibuat dalam buku-buku dan catatan-catatan AkzoNobel untuk alasan apapun.

Pencucian uang

AkzoNobel tidak akan masuk maupun bertoleransi kepada usaha-usaha yang memfasilitasi (atau yang terlihat atau dicurigai akan digunakan untuk memfasilitasi) suatu akuisisi, mendapatkan, penggunaan, atau kendali atas suatu properti atau uang yang bertujuan untuk menyamarkan hasil-hasil kejahatan.

Hadiah

Tidak dibenarkan adanya hadiah atau bantuan bagi perorangan berupa barang bernilai komersial yang diberikan kepada atau diterima dari pihak ketiga. Hadiah atau bantuan yang bernilai didefinisikan sebagai barang dengan nilai tertentu yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian dan/atau dapat menjurus kepada hubungan ketergantungan. Apabila ada keraguan, harus dikonsultasikan dengan atasan. Di tiap bagian/departemen dari perusahaan, harus ada transparan-si penuh antara bawahan dan atasan berkaitan dengan hadiah-hadiah bisnis.

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 9

Perbuatan penggelapan,

penipuan atau perbuatan

tidak biasa

Siapapun yang mendeteksi atau mencurigai terjadinya perbuatan penggelapan, penipuan atau perbuatan tidak biasa, harus segera melapor kepada atasan daripada atasan yang bertanggung jawab langsung. Tindakan yang harus dilakukan oleh atasan ini adalah menghubungi Group Auditor of Internal Auditing Service (AUD) untuk menentukan tindakan yang diperlukan. Definisi:

Penggelapan – penyalahgunaan dengan sengaja, penipuan, menghilangkan, atau menghapus data, uangdan/atau barang dimana terjadi pemindahan sumber daya atau asset secara tidak sah dari atau kepada Perusahaan.

Penipuan atau perbuatan tidak biasa – secara sengaja memberikan informasi yang tidak benar dan/atau tidak lengkap dan/atau tidak jelas, atau pelanggaran terhadap

kontrak kerja, Peraturan Perusahaan atau peraturan lainnya yang tidak termasuk dalam penggelapan, yang dapat merusak atau mempengaruhi secara tidak benar

suatu informasi keuangan dan/atau pengambilan keputusan.

Keberadaan di negara

berisiko tinggi

AkzoNobel berpendapat bahwa aktivitas kita memberikan peluang untuk meningkatkan standar hidup dan kesejahteraan dari masyarakat lintas sector secara luas dimana kita beroperasi. Salah satu dari prinsip – prinsip bisnis kita adalah bahwa kita akan mendukung hak-hak azasi manusia sejalan dengan suatu peran bisnis yang sah Hanya Board of Management yang memutuskan pembentukan suatu perusahaan (badan usaha baru), termasuk secara langsung masuk ke negara-negara dimana AkzoNobel belum ada. Unit-Unit Bisnis AkzoNobel harus mematuhi sanksi-sanksi ekonomi yang dikenakan oleh PBB. Kondisi-kondisi dan jangka waktu untuk penarikan dari negara semacam itu

harus diputuskan oleh Board of Management. (Dalam kasus-kasus khusus – biasanya setelah berdialog dengan para stakeholder – Boad of Management mungkin memutuskan bahwa keberadaan kita di negara berisiko tinggi tersebut tetap dibenarkan demi kebaikan penduduk). Unit-unit bisnis dan unit-unit jasa yang beroperasi di negaranegara berisiko tinggi harus mempertimbangkan pertanyaanpertanyaan yang ada dalam alat self-assessment di IntrANet. Tujuan dari self-assessment adalah untuk membuat unit-unit bisnis dan unit-unit jasa ini mengetahui dampah terhadap HAM dari kegiatan-kegiatan mereka. Apabila

ada kemungkinan terjadi dampak negatif, maka mereka didorong untuk waspada dan/atau mencari jalan keluar yang menguntungkan bagi para karyawan dan masyarakat dimana mereka beroperasi.

Pekerja anak

Pekerja anak mengacu kepada jenis dan intensitas pekerjaan yang menghalangi akses anak mendapat pendidikan, merusak kesehatan fisik dan/atau psikologi mereka dan perkembangan mereka dalam keluarga, dan menghilangkan masa kanak-kanak atau harga diri mereka. Untuk itu para karyawan AkzoNobel perlu mematuhi aturan-aturan sebagai berikut:

AkzoNobel mematuhi ketentuan persyaratan usia minimum di seluruh negara dimana Perusahaan beraktivitas.

Terlebih lagi, untuk mematuhi International Labor

Organization’s (ILO) Convention 138 “Minimum Age”, dan Convention 182 “Ban of Worst Forms of Child Labor”, AkzoNobel tidak mempekerjakan anak-anak berusia dibawah 16 tahun.

Apabila anak-anak berusia antara 16 dan 18 tahun dipekerjakan, Perusahaan menjamin bahwa pekerjaannya tidak mempengaruhi atau menghalanginya bersekolah.

Manajemen unit bisnis bertanggung jawab untuk membuat standar-standar AkzoNobel mengenai pekerja anak diketahui oleh para pemasok dan para kontraktor utama.

Tenaga kerja paksa

AkzoNobel dalam keadaan apapun tidak akan menggunakan kerja paksa. AkzoNobel hanya akan mempekerjakan para karyawan yang bekerja atas kemauannya sendiri. Tidak ada karyawan yang diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang atau menyerahkan dokumen-dokumen identitas pada saat mulai bekerja pada Perusahaan. Manajemen unit bisnis bertanggung jawab untuk membuat standar-standar AkzoNobel mengenai kerja paksa diketahui oleh para

pemasok dan para kontraktor utama.

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 10

Komunikasi yang terbuka

Keterbukaan, integritas, dan reliabilitas mendorong komunikasi terbuka dua arah antara karyawan dan atasan dalam segala aspek lingkungan kerja. Pada prinsipnya, semua karyawan didorong untuk mendiskusikan berbagai hal tersebut dengan atasan langsung atau, ketika komunikasi dengan atasan langsung ada hambatan, lakukan dengan manajer dari atasan langsung. Apabila komunikasi melalui garis hirarki karyawan tidak dapat dilakukan, maka karyawan dapat menggunakan prosedur keluhan dari perusahaan agar permasalahan mendapat

perhatian manajemen senior.

Kesempatan yang sama

Kita berkomitmen untuk suatu lingkungan kerja yang menarik bagi para karyawan kita. Dalam hal ini, adalah tanggung jawab kita untuk merekrut, mempekerjakan dan mempromosikan para karyawan semata-mata berdasarkan kesesuaian dengan pekerjaan, merangsang pengembangan pribadi dan profesi mereka, dan untuk memberikan kondisi kerja yang aman dan sehat. Juga menjadi tanggung jawab

kita untuk mencegah terjadinya pelecehan dalam bentuk apapun dan ekploitasi pekerja anak. Para karyawan kita harus direkrut, dipilih, dan diporomosikan atas dasar kriteria yang objektif dan non-diskriminasi. Pelecehan atau diskriminasi dalam bentuk apapun tidak akan ditolerir, seperti diskriminasi atas ras, warna kulit, jenis kelamin, atau agama. Dalam hal cacat atau sakit kronis, termasuk HIV/AIDS, para karyawan dapat tetap bekerja sepanjang secara medis masih mampu, kesesuaian pekerjaan, menghindari prasangka dan diskriminasi dalam pelaksanaannya. Cacat dan sakit kronis (termasuk HIV/AIDS) bukan alasan untuk pemutusan hubungan kerja. Dalam segala hal, para karyawan harus diijinkan untuk mempertahankan kekaryawanannya sepanjang mereka mampu memenuhi persyaratanpersyaratan ketersediaan dan kesesuaian pekerjaan. Para manajer AkzoNobel diharapkan memiliki fleksibilitas untuk bertindak sehubungan dengan adanya perbedaanperbedaan kualitas individu, ambisi pribadi, budaya nasional, dan kepentingan organisasi. Mereka seharusnya merasa tertantang untuk mengelola perbedaan-perbedaan tersebut.

Lingkungan kerja yang sehat

AkzoNobel menyediakan kondisi-kondisi kerja yang aman dan sehat untuk mencegah gangguan atas kesehatan dan meningkatkan kesehatan seluruh karyawan dan para stakeholder lainnya. Untuk melaksanakan hal tersebut,

program-program, ketentuan-ketentuan, dan peraturan kesehatan dan keselamatan diberlakukan di setiap tempat. Adalah tanggung jawab setiap karyawan untuk mematuhi peraturan mengenai kesehatan dan keselamatan. AkzoNobel akan berusaha dengan seluruh daya yang dimiliki untuk mencegah kecelakaan apapun di saat bekerja, baik kepada para karyawannya sendiri maupun para kontraktor.

Selain itu, Perusahaan terus mencari kesesuaian antara pekerjaan dengan kemampuan karyawan terkait dengan kesehatah fisik dan mental mereka. Perhatian dan dukungan harus menjadi bagian integral dalam menanggapi para

karyawan yang cacat kronis atau sakit kronis. Semua karyawan harus memiliki akses kepada jasa layanan kesehatan yang memadai. Di daerah dengan prevalensi

tinggi penyakit HIV/AIDS, akses terhadap konseling dan tes secara sukarela dan anonim harus didukung dan didorong.

Pengungkapan informasi medis

Tidak ada justifikasi untuk meminta para pelamar kerja atau karyawan untuk mengungkapkan informasi medis pribadi (contoh: uji HIV sebelum diterima bekerja) selain data medis yang diperlukan untuk memastikan kesesuaian dengan pekerjaan tersebut. Semua informasi medis pribadi diperlakukan secara rahasia.

Tanggung jawab perusahaan

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 11

Hak untuk berorganisasi

AkzoNobel mengakui kebebasan karyawan untuk membuat atau bergabung dengan suatu organisasi sesuai pilihan mereka (termasuk serikat pekerja) dan akan menghormati hak ini. AkzoNobel tidak akan membuat pekerja dalam kondisi dimana mereka dihalangi untuk bergabung dengan serikat pekerja atau seolah dipaksa keluar dari keanggotaannya. AkzoNobel tidak akan memberhentikan atau berburuk sangka semata-mata karena seorang karyawan menjadi anggota serikat pekerja.

Kesepakatan bersama

AkzoNobel menghargai, dalam kerangka hukum, peraturan, hubungan kerja dan praktek-praktek ketenagakerjaan yang berlaku, hak karyawan untuk diwakili oleh serikat pekerja dan organisasi karyawan lainnya. AkzoNobel akan terlibat dalam proses negosiasi/konsultasi baik atas namanya sendiri atau melalui asosiasi pengusaha jika memungkinkan. Hak-hak setempat dan ketetapan bersama (codetermination) akan sepenuhnya dihormati dengan maksud mencapai kesepakatan mengenai syarat dan ketentuan ketenagakerjaan.

Partisipasi dalam kehidupan

berpolitik

AkzoNobel mendorong para karyawannya untuk memainkan peran aktif di masyarakat, termasuk kegiatan-kegiatan dalam partai-partai politik dan ikut pemilihan pejabat publik. Perusahaan-perusahaan AkzoNobel tidak melakukan

pembayaran atau donasi apapun kepada partai-partai politik atau institusi, agen atau perwakilan mereka. Perusahaanperusahaan AkzoNobel juga tidak akan memfasilitasi donasi politik melalui komite aksi karyawan.

Perlindungan data pribadi

AkzoNobel mengakui pentingnya melindungi data pribadi dan berkomitmen secara global dengan Privacy Code of Conduct. Sebagai karyawan, anda disarankan untuk

membaca Privacy Code of Conduct tersebut. AkzoNobel hanya akan memproses data pribadi untuk keperluan tertentu dan sesuai dengan ketentuan Privacy Code of Conduct. Data pribadi termasuk nama, alamat rumah, nomor identitas penduduk, data penilaian kinerja (P&D Dialog), dan lain-lain.

Dialog Kinerja &

Pengembangan

Dialog Kinerja & Pengembangan (P&D Dialog) adalah program penilaian kinerja dari AkzoNobel. Program ini mendukung global bisnis kita dengan proses, terminologi, dan alat yang sama, dan memfokuskan semua karyawan dan manajer pada dialog yang terus-menerus mengenai kinerja dan pengembangan. Penggunaan program ini adalah bagian dari budaya kita dan tanggung jawab dari seluruh

karyawan.

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 12

Hubungan dengan media dan

pengungkapan informasi

Untuk menjamin tingkat informasi yang sama – kepada para pemilik saham kita sebagai contoh – dan untuk melindungi informasi komersial yang sensitif, maka rincian data keuangan yang disampaikan kepada media tidak boleh melebihi tingkat perincian sebagaimana disebutkan dalam laporan triwulan dan tahunan AkzoNobel atau pernyataan resmi yang dikeluarkan dalam rangka penyajian angkaangka tersebut. Sebagai tambahan, informasi keuangan yang lebih spesifik

yang akan dikeluarkan oleh unit-unit bisnis dan/atau organisasi-organisasi nasional harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari anggota Board of Management yang

bertanggung jawab untuk itu. Berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut kinerja keuangan, akuisisi, divestasi, joint venture dan investasi besar (lebih dari EUR 10 juta), tidak boleh ada informasi disampaikan kepada wartawan tanpa lebih dulu dikonsultasikan dengan Corporate Communications. Hubungan dengan media mengenai isu-isu (social, lingkungan, keuangan, dll) yang dapat mempengaruhi

citra Perusahaan harus diajukan kepada atau didiskusikan dengan Corporate Communication sebelumnya untuk menghindari pesan-pesan yang saling bertentangan mengenai Perusahaan. Para karyawan perlu menahan diri dari pernyataanpernyataan yang memungkinkan pihak ketiga melakukan “insider trading” di bursa saham.

Informasi dalam

Para karyawan AkzoNobel mungkin mengetahui informasi mengenai AkzoNobel atau perusahaan-perusahaan lain yang belum dipublikasikan. Penggunaan informasi non-publik atau informasi “dalam” (“inside” information) tentang AkzoNobel atau perusahaan lain selain dari kinerja normal dari suatu pekerjaan, profesi atau posisi, adalah tidak sesuai etika dan dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum. Di kebanyakan yurisdiksi, adalah pelanggaran hukum bagi siapapun yang memiliki informasi non-publik yang “material” tentang suatu perusahaan untuk memperdagangkan saham atau sekuritas lain milik perusahaan, termasuk options, puts, calls, dan derivative, atau mengungkapkan informasi tersebut kepada orang lain yang mungkin memperdagangkan.Pelanggaran terhadap peraturan tersebut dapat berakibat hukuman perdata dan pidana dan sanksi-sanksi lain. AkzoNobel tidak akan memberikan toleransi terhadap penggunaan yang tidak semestinya atas informasi dalam tanpa menghiraukan apakah itu melanggar hukum atau tidak. Informasi dalam mungkin bersifat sensitive terhadap harga saham. Informasi sensitive yang berpengaruh terhadap harga saham adalah informasi tentang hasil usaha suatu perusahaan terbuka atau hal-hal lain yang mungkin, apabila diketahui umum, akan berdampak terhadap harga saham perusahaan tersebut. Informasi ini digambarkan oleh, tapi tidak dibatasi kepada contoh-contoh berikut ini:

Informasi pendapatan

Kesepakatan merger dan akuisisi

Produk baru yang berpotensi memiliki dampak penting

finansial/perusahaan

Surat-surat yang diterima dari agen-agen pemerintah

(seperti FDA) yang memiliki dampak potensial/kualifikasi.

Perubahan-perubahan dalam pengelolaan atau

manajemen

Perubahan-perubahan dari auditor atau opini mereka

Kejadian-kejadian menyangkut sekuritas (stock split, dll)

Pailit

Litigasi

Tanggung jawab

karyawan

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 13

Para karyawan yang mengetahui informasi yang mungkin bersifat sensitive terhadap harga berkaitan dengan saham AkzoNobel, harus memastikan bahwa informasi tersebut diperlakukan secara rahasia dan tidak dibicarakan dengan

kolega-kolega AkzoNobel atau dengan pihak ketiga selain pihak-pihak yang memang perlu mengetahuinya. Dalam hal pengungkapan kepada pihak ketiga (contohnya: penasehat hukum AkzoNobel), pengungkapan hanya diijinkan apabila

pihak ketiga tersebut, secara hukum atau kontrak, terikat dengan pembatasan-pembatasan non-disclosure dan non-use yang sesuai. Sebagai tambahan, informasi yang berpotensi sensitif terhadap harga sehubungan dengan saham AkzoNobel, harus segera diberitahukan kepada AkzoNobel Disclosure Committee, yang akan melaporkan kepada Board of Management kebutuhan akan pengungkapan publik.

Hanya Board of Management yang akan memutuskan tentang pengungkapan tersebut. Apabila ragu-ragu, hubungi Ketua dari Disclosure Committee. Untuk tujuan praktis, kewajiban yang sama berlaku untuk sekuritas dari pihak ketiga yang berkaitan dengan para karyawan AkzoNobel yang mempunyai informasi dalam. Pelanggaran atau penyimpangan yang tidak disengaja dari petunjuk ini harus dilaporkan segera kepada Ketua dari Disclosure Committee.

Identitas Perusahaan

Untuk menjamin pendekatan identitas perusahaan yang efektif dan konsisten di seluruh dunia, maka aturan yang tercantum dalam AkzoNobel Corporate Indentity Manual harus benar-benar dipatuhi. Perlu diingat bahwa peraturan ini berbeda untuk beberapa kelompok produk, perusahaan dan unit bisnis tertentu. Penyimpangan terhadap aturan identitas perusahaan ini harus segera disampaikan kepada departemen AkzoNobel Corporate Communications untuk persetujuan sebelum diberlakukan.

Melindungi kekayaan

intelektual AkzoNobel

AkzoNobel telah memperoleh dan mengembangkan kekayaan intelektual yang berharga, termasuk hak paten, merek dagang, hak cipta, dan rahasia dagang (contoh: informasi rahasia teknis atau bisnis). Para karyawan bertanggung jawab untuk menjaga aset-aset tersebut. Manajemen dapat memilih untuk melindungi temuan-temuan atau ekspresi-ekspresi kreatif dengan hak paten, registrasi merek dagang, atau hak cipta. Pengalihan hak paten, merek dagang, atau copyrighted works memerlukan persetujuan dan kontrak perlindungan dari manajemen. Para karyawan hanya boleh mengungkapkan informasi rahasia berdasarkan keperluan saja dan melakukan penilaian untuk menghindari pengungkapan yang tidak sah, contoh: dengan mengamankan akses ke dokumen-dokumen rahasia perusahaan. Mengungkapkan informasi rahasia kepada pihak ketiga memerlukan persetujuan manajemen dan suatu perjanjian non-disclosure. Gagasan-gagasan atau informasi

rahasia dari pihak ketiga tidak boleh diterima atau digunakan kecuali ada perlindungan yang memadai. Departemen AkzoNobel Intellectual Property harus dilibatkan dalam pengalihan atau perselisihan yang berhubungan dengan kekayaan intelektual. Dalam peristiwa apapun, tidak dibenarkan untuk memberikan pernyataan tentang validitas, lingkup, atau kemampuan penegakan hukum dari hak kekayaan intelektual tanpa keterlibatan AkzoNobel Intellectual Property.

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 14

Penggunaan internet /

kode etik IT

Sebagai aturan umum, semua sumber daya dan fasilitas yang berkaitan dengan IT disediakan hanya untuk penggunaan internal dan/atau hal-hal yang berkaitan dengan bisnis, bukan untuk penggunaan pribadi. Fasilitas IT yang telah disediakan

untuk para karyawan tidak boleh digunakan untuk keuntungan pribadi, tidak disalahgunakan selama jam kerja, dan tetap merupakan milik AkzoNobel. Pengungkapan atau penyebaran informasi rahasia atau kepemilikan mengenai AkzoNobel, produknya, atau pelanggannya, diluar struktur komunikasi

resmi adalah terlarang. Sumber daya dan fasilitas terkait dengan IT tidak boleh

digunakan secara tidak etis atau ilegal, atau yang dapat mempermalukan, mencemarkan, kesalahan penggambaran, atau menyampaikan suatu kesan yang tidak adil atau tidak menguntungkan bagi AkzoNobel atau urusan-urusan

bisnisnya, para pegawai, para pemasok, para pelanggan, para pesaing, atau para stakeholder. Akses yang tidak sah terhadap informasi dan sistem informasi adalah terlarang; akses harus memperoleh ijin dari pemilik informasi dan sesuai dengan

deskripsi kerja dari pengguna. Sistem informasi dapat diamankan dengan password pribadi dan/atau tambahan otentifikasi seperti hardware tokens; para pengguna harus menggunakannya secara bertanggung jawab, menyimpannya secara pribadi dan mengamankan dari penyalahgunaan. Instalasi, perubahan, penghapusan, atau penggunaan pribadi dari software yang disediakan oleh AkzoNobel atau terdapat dalam Sistem Informasi AkzoNobel harus mendapat ijin dan dikelola oleh organisasi Manajemen Informasi atau pihak yang didelegasikan.

Untuk mencegah pencurian, kehilangan, atau penggunaan informasi dan sistem yang tidak sah, pengguna harus berusaha memastikan keamanan fisik dari hardware yang diberikan seperti laptop, telepon, token, USB stick, dll. Untuk

menjaga keberadaan data perusahaan, para pengguna harus engamankan informasi bisnis yang relevan secara tepat waktu, dengan membuat back-up atau menyimpan data pada network drive. Insiden-insiden yang terkait dengan Information Security atau pelang-garan terhadap prinsip-prinsip Information

Security harus dilaporkan kepada IT Helpdesk setempat atau petugas Information Security. Bukti-bukti yang ada tidak boleh dirusakkan. Tiap karyawan AkzoNobel diwajibkan mengetahui dan mematuhi peraturan dan prosedur Information Security yang berlaku untuk departemen dan lokasinya, seperti yang disampaikan oleh petugas Information Security setempat. AkzoNobel memiliki hak untuk memeriksa kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengguna yang memperoleh fasilitasfasilitas IT yang disediakan perusahaan. Untuk kasus tertentu, manajemen lini akan dimintakan ijin, perwakilan karyawan setempat akan diberitahu jika perlu, dan hukum setempat akan dipatuhi sepanjang waktu.

Perjalanan dinas

Keselamatan dalam perjalanan

Keselamatan dari para karyawan kita dalam perjalanan dinas adalah suatu hal penting bagi AkzoNobel. Perusahaan menerbitkan daftar terkini dari negara-negara dimana perjalanan dapat berbahaya karena kesehatan atau alasan keamanan, dan mendorong pelaku perjalanan dan atasannya melakukan penilaian yang baik untuk menentukan apakah perlu melakukan perjalanan ke daerah berisiko tinggi.

Menggabungkan perjalanan dinas dengan

acara pribadi

Tidak diijinkan untuk menggabungkan perjalanan dinas dengan liburan atau membawa serta pasangan, rekan, keluarga, atau sahabat, tanpa ijin tertulis sebelumnya dari general manager dari unit bisnis atau jasa.

Perjalanan udara

Penerbangan dalam satu benua (continental) Penerbangan dalam satu benua pada umumnya dipilih dengan mengambil kelas terendah yang tersedia. Para manajer dari unit-unit bisnis, unit-unit jasa dan organisasiorganisasi daerah, bebas menerbitkan petunjuk yang mengijinkan penggunaan kelas bisnis untuk penerbangan berdurasi lebih dari enam jam terus menerus. Penerbangan antar benua (intercontinental) Kelas bisnis atau yang setingkat adalah kelas tertinggi yang diijinkan. Perkecualian untuk aturan ini harus terlebih dahulu mendapat ijin dari anggota Board yang bertanggung jawab.

AkzoNobel Kode Etik Augustus 2008 15

Hotel

AkzoNobel telah mengontrak sejumlah jaringan hotel pilihan di kota-kota besar tempat AkzoNobel sering melakukan bisnis. Para pelaku perjalanan wajib menggunakan hotelhotel pilihan ini jika memungkinkan.

Perjalanan dengan mobil sendiri

Mobil pribadi hanya dapat digunakan untuk perjalanan dinas jika asuransi mobil pribadinya mencukupi. Jarak maksimum untuk perjalanan dinas dengan mobil pribadi adalah 500 km sekali jalan dan biayanya tidak melebihi harga terendah

dari tiket pesawat dan/atau tiket kereta berkecepatan tinggi, bergantung dari tujuannya. Terlebih lagi, keselamatan pribadi harus selalu diperhitungkan.

Kereta Api

Untuk perjalanan dengan kereta api, dapat dipesan tiket first class.

Referensi

Website perjalanan dinas AkzoNobel (bagian dari website Purchasing Portal di Intranet) memberikan banyak informasiperjalanan. Informasi tambahan tersedia dari AkzoNobel Global Travel Management pada AkzoNobel Sourcing di Belanda.

Keamanan

Board of Management akan memutuskan pembatasan perjalanan dinas bagi semua karyawan dan/atau langkahlangkah harus diambil untuk menjaga keamanan ekspatriat dan para keluarganya dalam situasi pergolakan politik atau ancaman lain terhadap keamanan public (contoh: tindakan terorisme). Sekretaris Board of Management akan mengkomunikasikan pembatasan tersebut dan/atau mengambil langkahlangkah untuk para manajer unit bisnis, manajer unit jasa, staf perusahaan, dan manajer dari organisasi daerah. Para manajer ini bertanggung jawab menyebarkan informasi lebih lanjut dalam organisasi mereka dan menerapkan upayaupaya tersebut.

Penyalahgunaan zat kimia

Penyalahgunaan zat kimia secara umum dapat membuat akibat yang menghancurkan, di tempat kerja manapun dan terutama di lokasi produksi. Sebab itu, penggunaan obat-obatan terlarang di lokasi AkzoNobel adalah sangat terlarang. Obat-obatan terlarang termasuk semua obat kecuali yang diresepkan dan obat over-the-counter yang telah diperoleh secara sah dan digunakan hanya untuk keperluan yang dimaksudkan. AkzoNobel sangat mengusahakan suatu lingkungan bisnis yang bebas alkohol, dan di banyak lokasi AkzoNobel, penggunaan minuman beralkohol dilarang semuanya. Manajemen dapat memperbolehkan konsumsi alkohol yang layak untuk kegiatan-kegiatan internal atau eksternal menurut kebiasaan dan praktek setempat. Para karyawan yang melanggar kebijakan ini dapat dikenakan tindakan disiplin. AkzoNobel akan berusaha membantu para karyawan yang mempunyai masalah ketergantungan obat. Jenis pertolongannya dapat bervariasi dan tentunya memerlukan kerjasama dari karyawan yang bersangkutan.

www.akzonobel.com

Kami adalah perusahaan cat dan lapisannya terbesar di dunia dan merupakan penghasil utama bahan kimia khusus. Kami memasok perusahaan industri di seluruh dunia dengan bahan berkualitas yang mutlak bagi kehidupan. Kami juga merencanakan gagasan untuk masa mendatang, namun sudah dirintis sejak kini. Kami amat berhasrat memajukan masukan yang diperoleh dari para pelanggan. Berbasis di Amsterdam, Negeri Belanda, kami mempekerjakan 60.000 karyawan di lebih dari 80 negara - semuanya terpanggil agar moto Tindakan yang diambil kini untuk langkah di hari Esok dapat berjalan dengan memuaskan. © 2008 AkzoNobel N.V. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang. Tindakan yang diambil kini untuk langkah di hari Esok adalah merek dagang AkzoNobel N.V.

e-bUsinesS ,What is E-Commerce and E-Business ? tugas part 5##

What is E-Commerce and E-Business? tugas part 5#


Saat ini dunia perdagangngan tidak lagi dibatasi dengan ruang dan waktu. Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangngan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan instan sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut maka kini muncul transaksi yang menggunakan media Internet untuk menghubungkan antara produsen dan konsumen. Transaksi melalui Internet ini lebih dikenal dengan nama E-Commerece dan E-Business.

Secara umum E-commerce dapat diartikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulan: “e-commerce is a part of e-business”.

E-Business

: merupakan kegiatan bernisnis di Internet yang tidak saja pembelian, penjualan dan jasa, tapi juga pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis (bail individual maupun instansi).

Dampak negatif E-Commerce dan E-Business :

1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.

2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.

3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.

4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.

5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.

6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja , ketidakjujuran , praktek bisnis yang tidak benar , kesalahan faktor manusia , kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

Security Beberapa metode pengamanan data dalam transaksi E-Commerce dan E-Bussines : Kriptografi Public Key : merupakan sistem asimetris (tidak simetris) menggunakan beberapa key untuk pengenkripsian yaitu public key untuk enkripsi data dan private key untuk dekripsi data. Public key disebarkan ke seluruh dunia sementara private key tetap disimpan. Siapapun yang memiliki public key tersebut dapat mengenkripsi informasi yang hanya dapat dibaca oleh seseorang yang memiliki private key walaupun anda belum pernah mengenal bahkan tidak tahu sama sekali siapa yang memiliki public key tersebut. Contoh : Elgamal , RSA , DSA. Keuntungan : memberikan jaminan keamanan kepada siapa saja yang melakukan pertukaran informasi meskipun diantara mereka tidak ada persetujuan mengenai keamanan data terlebih dahulu maupun saling tidak mengenal satu sama lain.

http://students.ukdw.ac.id

E-business Dan Dunia Maya

Fenomena eBusiness tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis di negara-negara maju maupun berkembang. Konsep baru yang berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru ini dianggap sebagai kunci sukses perusahaan-perusahaan di era informasi dan di masa-masa mendatang. Secara ringkas, Mohan Sawhney mendefinisikan eBusiness sebagai:

“The use of electronic networks and associated technologies to enable, improve, enhance, transform, or invent a business process or business system to create superior value for current or potential customers”.

Secara prinsip definisi tersebut jelas memperlihatkan bagaimana teknologi elektronik dan digital berfungsi sebagai medium tercapainya proses dan sistem bisnis (pertukaran barang atau jasa) yang jauh lebih baik dibandingkan dengan cara-cara konvensional, terutama dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang berkepentingan (stakeholders).

Seperti halnya pepatah yang mengatakan “banyak jalan menuju Roma”, eBusiness merupakan salah satu jalan yang dimaksud untuk menuju kepada “the creation of wealth” bagi sebuah perusahaan (harap diperhatikan bahwa eBusiness bukanlah merupakan tujuan, atau “Roma” yang dimaksud dalam pepatah terkait). Dengan kata lain, cakupan atau spektrum eBusiness dapat sangat luas wilayahnya tergantung dari masin-masing orang melihat definisi dari kata “bisnis” itu sendiri. Untuk dapat menangkap dimensi ruang lingkup pengertian eBusiness, cara yang kerap dipakai adalah dengan menggunakan prinsip 4W (What, Who, Where, dan Why).

Mohan Sawhney et.al., 2001

Dimensi WHAT
Banyak orang mempertukarkan istilah eBusiness dengan eCommerce. Secara prinsip, pengertian eBusiness jauh lebih luas dibandingkan dengan eCommerce; bahkan secara filosofis, eCommerce merupakan bagian dari eBusiness. Jika eCommerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, eBusiness memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya. Adanya internet telah memungkinkan perusahaan untuk menjalin komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar entiti (pelanggan, mitra, pesaing, pemerintah, dsb.) yang ada di dunia maya; karena sifat komunikasi tersebut merupakan bagian dari sebuah sistem bisnis, maka dapat dimengerti luasnya pengertian dari eBusiness.

Dimensi WHO
Siapa saja yang terlibat di dalam eBusiness? Seperti yang tersirat dalam definisinya, semua pihak atau entiti yang melakukan interaksi dalam sebuah sistem bisnis atau serangkaian proses bisnis (business process) merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup eBusiness. Paling tidak ada tujuh (A sampai G) klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe eCommerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya); atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import; atau D-to-D yang menghubungkan antara dua peralatan canggih teknologi informasi seperti antara PDA dengan Handphone; atau B-to-F yang menghubungkan sebuah perusahaan penjual barang- barang kebutuhan rumah tangga dengan berbagai keluarga; dan lain sebagainya.

Dimensi WHERE
Tidak sedikit awam yang mempertanyakan dimana sebenarnya kegiatan bisnis dapat dilakukan dalam eBusiness. Jawabannya sangat singkat dan mudah, yaitu dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan yang bersangkutan, maka di dalam eBusiness, interaksi dapat dilakukan melalui berbagai kanal akses. Di rumah, seorang Ibu dapat menggunakan telepon atau webTV untuk berkomunikasi dengan perusahaan penjual produk atau jasa; di kantor, seorang karyawan dapat menggunakan perlengkapan komputer atau fax; di mobil, seorang mahasiswa dapat menggunakan handphone atau PDA-nya; di lokasi keramaian seperti mall, toko-toko, atau pasar, masyarakat dapat memanfaatkan ATM, Warnet, atau Kios-Kios Telekomunikasi (Wartel) untuk melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, istilah dimana saja untuk melakukan hubungan dengan siapa saja bukanlah sekedar semboyan yang muluk, tetapi telah menjadi kenyataan di dalam implementasi eBusiness.

Dimensi WHY
Pertanyaan terakhir yang kerap menghantui para pelaku bisnis tradisional adalah mengapa para praktisi bisnis di seluruh dunia sepakat untuk mengimplementasikan eBusiness sesegera mungkin sebagai model bisnis di masa mendatang. Penerapan konsep eBusiness secara efektif tidak saja menguntungkan perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat (cost cutting), tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan untuk meningkatkan level pendapatannya (revenue generation) secara langsung maupun tidak langsung. Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat. Disamping itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan transformasi bisnis (perubahan bisnis inti) setelah melihat besarnya peluang bisnis baru di dalam menerapkan konsep eBusiness. Yang tidak kalah menariknya adalah, bahwa dengan menerapkan konsep jejaring (internetworking), sebuah perusahaan berskala kecil dan menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan raksasa untuk menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan. Dan tidak jarang pula teradapat sebuah perusahaan berskala kecil (dilihat dari jumlah karyawannya) yang pendapatannya dapat melebihi perusahaan menengah maupun besar karena strategi efektif mereka dalam menerapkan eBusiness.

Jika teknologi elektronik dan digital sudah diketemukan beberapa puluh tahun yang lalu, mengapa baru “booming” belakangan ini? Jawabannya adalah karena baru setelah tahun 1990-an inilah teknologi internet berkembang dengan pesatnya.

Secara “tidak terduga”, jaringan internet yang tadinya hanya diperuntukkan bagi lembaga- lembaga penelitian semacam perguruan tinggi ternyata berkembang dan meluas penggunaannya di kalangan bisnis dan masyarakat. Akibatnya adalah terhubungkannya beratus-ratus juta manusia (dan terus bertambah) ke dalam sebuah arena jaringan yang sering dinamakan sebagai dunia maya (virtual world) tersebut. Dikatakan sebagai dunia maya karena arena ini tidak dapat dijamah atau diraih secara fisik karena terbentuk dari koneksi hubungan digital antar berbagai teknologi informasi (komputer dan telekomuniasi). Disamping itu, dunia maya tidak memiliki batas-batas geografis (borderless) seperti halnya planet bumi yang terbagi atas beberapa negara.

http://artikelekoindrajit.blogster.com/e-business_dan_dunia_maya.html

e-Business (i-Xchange)


DESKRIPSI

Implementasi aplikasi e-business pada umumnya bertujuan untuk mengefisienkan serta mempercepat suatu proses. I- Xchange merupakan bisnis kolaborasi yang menghubungkan satu perusahaan ke perusahaan lain melalui mata rantai informasi. Melalui aplikasi ini setiap perusahaan dapat me- maintained portalnya dan mengirimkan berbagai informasi secara cepat dan tepat sehingga dapat mempercepat suatu proses dalam pengambilan keputusan, misalnya seperti laporan keuangan perusahaan yang dibuat setiap bulan, triwulan maupun tahunan, dan lain-lain. i-Xchange merupakan layanan yang menyediakan solusi aplikasi kolaborasi bisnis yang meliputi entreprise reporting, Portal, Analytical Application dan Messaging.

FITUR

1. i-Telex
2. i-Xchange messaging
3. i-Xchange solution

http://www.telkom.co.id/produk-layanan/korporat/informasi-produk-layanan/data-internet/e-business-i-xchange.html

E-Business dan knowledge management

Knowledge Management (pengelolaan pengetahuan) adalah bagaimana manusia dapat mengumpulkan aset pengetahuan (knowledge asset) dan menggunakannya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Sementara menurut pakar internet Dr. Onno W. Purbo filosofi mendasar knowledge management adalah knowledge is power, share it and it will multiply. Melalui cara berpikir semacam ini diyakini bahwa Internet akan berperan besar dalam membuat masyarakat menjadi pintar. Hal inilah yang merupakan dasar bagi timbulnya masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

Upaya membuat masyarakat pintar (dalam hal ini masyarakat kampus STIE Perbanas) dilakukan melalui pertukaran pengetahuan yang mudah dan cepat yang pada gilirannya akan membuat pengetahuan terus berkembang. Pengelolaan pengetahuan dalam pengertian itu adalah upaya menyebarkan, mempercepat pertukaran dan memanfaatkan pengetahuan.

Dalam pengelolaan pengetahuan, dikenal istilah explicit knowledge yaitu hasil pengetahuan yang telah berwujud misalnya skripsi, tugas akhir, laporan penelitian, buku dan semacamnya, serta tacit knowledge berupa pengetahuan yang masih tersimpan dalam kepala pemiliknya. Internet merupakan platform yang amat menunjang pertukaran tacit knowledge, sedangkan manajemen explicit knowledge akan ditunjang oleh pengembangan digital library dengan konsekuensi bahwa proteksi pengetahuan seperti hak atas kekayaan intektual (HAKI), hak cipta dan paten menjadi tidak relevan dalam pertukaran informasi yang cepat.

Dengan adanya kemudahan berkomunikasi dengan menggunakan teknologi multimedia, teleconference/ video conference, memungkinkan adanya proses belajar mengajar jarak jauh melalui internet atau dikenal dengan istilah Cyber Education / Virtual University. Sehingga mahasiswa dapat kuliah dimana saja diseluruh penjuru dunia dan kapan saja karena jarak geografis dan waktu bukan merupakan kendala utama.

Melalui konsep di atas muncullah istilah cyber economic yang mengacu pada optimal combination of existance and dynamic of real and virtual economic yang menisbikan dimensi ruang dan waktu, sehingga akan memperbesar cakupan (coverage) dan memberikan kesempatan luas bagi berkembangnya peluang-peluang di bidang ekonomi yang selama ini tidak atau bahkan mustahil ditemukan di conventional economic.

Web Enabled Contact Center – Apakah Sudah Menjadi Kebutuhan Bagi e- Business Player

Mengapa Kita Membutuhkan Web Enabled Contact Center?

Kita mengetahui lingkungan web yang biasa disaksikan dan dinikmati oleh pelanggan di dalam dunia �e� saat ini, sehari-hari pasca jam kerja atau pra�jam kerja dan bahkan dengan mencuri waktu di dalam jam kerja memang dinilai mampu menyajikan informasi kepada netter dalam bentuk tertulis yang dapat dicetak, dan apabila perlu dapat dipergunakan sebagai bahan laporan ke Yayasan Lembaga Konsumen atau badan hukum, jika ternyata ada ketimpangan antara informasi yang diberikan dengan kenyataan di lapangan.

Melalui web pula setiap netter dapat memperoleh informasi yang menbentuk suatu wawasan e- knowledge yang membuat pelangan semakin memahami apa yang akan dia inginkan. Pelanggan dapat mengetahui secara 2 dimensi atau secara visualisasi 3 dimensi dari barang yang akan dibeli. Apabila ia tertarik, maka bukan tidak mungkin untuk bisa langsung melakukan pembelian barang melalui kartu kredit yang sudah dapat dilakukan seluruhnya melalui interface web dengan sekuriti yang baik.

Mungkin timbul pertanyaan di benak beberapa orang mengapa kita membutuhkan suatu contact center yang lebih maju, yang bisa memberikan nilai tambah pada web yang dimiliki. Apakah perlu membangun web enabled contact center? Beberapa literatur menyebutkan bahwa web enabled contact center (WECC) merupakan web di mana di dalamnya tersedia fasilitas untuk bisa berkomunikasi suara bahkan multimedia dengan customer service representative perusahaan. Apakah kurang performansi call center, web dan customer service yang dimiliki dalam memberikan layanan?

Apalagi apabila tim perumus sudah menyatakan bahwa untuk membangun WECC ini akan berkaitan dengan investasi. Sudah wajar apabila ada feasibility study yang akan menanyakan apa pentingnya membangun sebuah web enabled contact center .

Pimpinan perusahaan dapat langsung melakukan investigasi terhadap investasi yang sudah digelar besar-besaran mulai dari membayar konsultan, membayar designer, design review meeting, outsource gambar ke seorang artist, content manager, transaction manager dan e- commerce supervisor, bahkan manager khusus untuk menangani kanal perusahaan melalui dunia maya, yaitu web. Pimpinan harus menggaji per bulan atau per kontrak yang harus selalu diamati dan dilaporkan performansinya di depan komisaris dan sebagainya. Dan tiba-tiba atau tanpa disadari atau tidak, ternyata ada saran untuk membangun web enabled contact center ?

Mari kita anggap saja negara atau industri kita sudah benar-benar hendak melibatkan dirinya ke dalam komunitas global information infrastructure melalui internet dan sudah ada undang-undang yang mengharuskan serta ada tuntutan sebagai perusahaan yang siap bersaing di APEC, AFTA atau bahkan WT0.

Beberapa alasan atau jawaban yang bisa dipergunakan untuk menjustifikasi keperluan tersebut antara lain bisa dipandang dari sudut yang mungkin terlupakan, bahwa:

Di dalam web, pelanggan dapat memperoleh informasi e-knowledge sampai membeli suatu produk dengan memindahkan icon yang memiliki link dengan produk yang akan dibeli ke sebuah �shopping basket� yang akan dikalkulasi di �kasir� kemudian kita diwajibkan memasukkan tagihan ke kartu kredit dan sebagainya. Namun pada kenyataannya sebagian pelanggan mengakses via network yang kurang handal baik di jaringan kantor atau jaringan publik sehingga bisa terjadi kemungkinan 60% akan mengakhiri sesi, sebelum masuk ke dalam shopping cart dan transaksi. Kalau saja ini dianggap sebagai opportunity lost, maka mungkin perlu dikalkulasi lagi. Dan apalagi di dunia �e� saat ini seseorang yang tidak puas bisa saja menghubungi 10 email lainnya atau minimal 1 mailing list untuk membicarakan ketidakpuasan baik terhadap network infrastructure atau kepada e- commerce server yang dimiliki. Pelanggan memiliki suara dan berhak untuk menilai apa saja. Namun apakah seorang perusahaan yang sudah ber-�e� life style akan mengelak dan mencoba mengalihkan kesalahan pada yang lain. Email berikutnya yang membicarakan ping- pong kesalahan ini akan muncul dari pelanggan yang sama yang pada akhirnya tentu berakibat kurang baik.
Web merupakan sebuah channel yang dapat kita isi dengan animasi dan menjadikannya sebuah vending machine maya yang sangat menarik. Mulai dari tata letak warna, animasi, suara bahkan sekuritas yang �sangat� terjamin serta menghilangkan edge of business. Namun perlu disadari bahwa web lebih �pasif � daripada suatu call center, namun call center di satu sisi tidak bisa menjadi vending machine dengan citra, suara dan video yang sangat menarik. Se- canggih apapun web tersebut dipercaya hingga periode akhir tahun 2001 sampai pertengahan 2002, khususnya di Indonesia web presence dan web commerce tetap saja memiliki lebih banyak sifat pasif. Susunan informasi pada web presence dan web commerce tidak akan bisa melakukan real time customizing, negosiasi, dan lainnya masih tetap memerlukan komunikasi yang lebih real time langsung dengan company representative. Mungkin bisa dibayangkan suatu e-banking bisa hadir tanpa phone bankingnya. Atau sebuah Bank swasta (karena yakin lebih jauh inovasinya) yang berbisnis Kredit Pemilikan Rumah memberikan space untuk berinteraksi di web, namun Bank dan calon kreditur tersebut tidak akan bisa bernegosiasi untuk menentukan plafon. Satu contoh misalnya BCA di Indonesia yang selain menjual di www.klikbca.co.id atau www.bca.co.id namun juga mencantumkan bahwa keterangan lebih lanjut dapat menghubungi HALO BCA. Hal yang sangat sulit dilakukan oleh Bank milik pemerintah. Untuk itu di antara kedua channel ini akan dibuat linknya.
Perlu sarana untuk menangani dan memberikan perlakuan khusus kepada suatu masyarakat atau komunitas pelanggan yang apabila dilihat kulturnya masih menyukai interaktivitas dengan company representative untuk memperkuat opini mereka terhadap perusahaan tersebut. Bangsa Indonesia memiliki kebiasaan gotong royong yang demikian kuat di masa lalu. Selain itu bangsa Indonesia sudah terlalu sering untuk menjadikan bahan lisan sebagai pegangan dan bukan berpegang pada aturan yang tertulis formal. Bahkan sering sekali peraturan formal akan tidak diberlakukan tergantung pihak yang berinteraksi. Untuk itu bukanlah jelek apabila perusahaan yang akan ber �e� life style melengkapi webnya dengan suatu sarana yang mampu untuk berkomunikasi dengan customer representative (CSR). Bukan tidak mungkin akan ada hit atau call yang lebih besar ke call center sambil membuka web sites. Fitur web escorted browsing, web chat dengan dukungan VoIP bisa menambah gemarnya orang membuka web sambil menghubungi perusahaan.

Di dalam transaksi dengan dunia maya, diakui atau tidak, maka pelaku bisnis yang sangat powerful ialah Sumber Daya Manusia. Tentunya bisa saja berbeda apabila hal ini dinyatakan oleh vendor, karena mereka ingin produknya laku, meskipun di akhir presentasi mereka akan mengatakan hal serupa.

SDM ini akan sangat berperan besar pada saat closing dari suatu proses marketing dan selling. SDM yanfg mengalami reorganisasi dan redefining business process besar-besaran akan dapat memberikan jawaban dengan wewenang tertentu yang cukup luas dibandingkan sistem konvensional saat ini. Pertanyaan dari pelanggan yang mungkin tidak akan terjawab di halaman- halaman web dengan susunan paragraf dan animasi seatraktif apapun. Jawabannya cukup sederhana, karena web hingga awal abad milenium ini tidak memiliki jiwa, bank emosi dan IQ dan EQ yang selalu terupdate ke arah negatif atau positif untuk berinteraksi. Web tidak akan memberikan kepuasan kepada pelanggan yang kadang harus �dimenangkan� sedikit demi memperlancar jalannya proses commerce. Indonesia dengan segmen kelompok the have yang ternyata sudah tidak buta dunia �e� namun menuntut terlalu banyak dari suatu web dapat dijembatani oleh lahirnya web enabled contact center. Ia dapat berminat ditelepon kembali atau langsung berkomunikasi melalui Voice over IP melalui kanal ISDN atau PSTN dan melakukan chat dengan CSR. Dan belum tentu si pelanggan tersebut yang mengakses, tetapi asisten atau sekretarisnya.

Bagaimana tanggapan terhadap e-mail?

Beberapa organisasi mempercayai bahwa interactive email response akan dapat memberikan suatu berita yang dapat memberikan jawaban kepada pelanggan dengan segera, dengan harapan pelanggan itu merasa diperhatikan. Namun saat ini kita berada di era milenium dengan kecanggihan aplikasi sekelas Ms Exchange dan Outlook yang mampu memainkan rules atau out of office reply atau automatic reply dalam menjawab email. Namun apakah disadari dan pernah disurvey bahwa hal ini jelas tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan? Kembali kita mengingat bahwa perusahaan �e� di Indonesia perlu sekali-kali berkunjung ke YLKI atau ke Researcher terkenal untuk mendapatkan data, apa yang diharapkan dari perusahaan. Mungkin jawabannya akan berwujud kebutuhan akan sistem CRM dan e-CRM, akan tetapi pada satu titik harus dipertanyakan mengenai apakah netters (konsumen juga) memiliki ekspektasi kepada perusahaan �e� yang ada di Indonesia.

Mungkin perlu pula mendefinisikan apa yang diharapkan customer dari suatu framework internet bisnis sebagaimana tersirat berikut ini.

Salah satu pedoman yang dapat diambil dari beberapa pendapat pakar, meskipun ia sering berkecimpung di dalam dunia marketing ialah Email handling is very poor at present for most companies. Hal ini tidak saja berlaku di Indonesia di mana tingkat kepuasan pelanggannya boleh dibilang cukup rendah, namun juga berlaku untuk perusahaan kelas ASEAN atau Asia. Hal ini memang berlaku, karena email tidak bisa merepresentasikan real time communication dan komunikasi emosi. Akan tetapi harus disadari pula apabila berkacamata dari sudut teknologi, maka memang email merupakan teknologi messaging atau pesan. Pesan memang tidak bisa real time sebagaimana lazimnya titip pesan untuk disampaikan ke suatu pihak.

Menurut sebuah badan riset (Gartner Research 1999) yang telah melayangkan email ke 38 perusahaan financial services yang sering menerima dan memberikan informasi melalui email diperoleh data-data sebagai berikut:

2 % tidak memberikan respon asli dari orang, tapi hanya sebuah email otomatis
50% email tersebut mengucapkan terima kasih
Rata-rata respon perusahaan terhadap inquiry yang free of charge ialah 3 hari
Rata-rata respon terhadap inquiry yang formal ialah 5 hari
25 % tidak pernah memberikan respon

Sepertinya dari data di atas terlihat bahwa memang masih ada perusahaan yang menyajikan web yang sangat menarik, namun belum menetapkan atau tepatnya mengetahui apa harapan pelanggan di suatu masyarakat khususnya negeri Indonesia yang mungkin memiliki kultur tertentu. Suatu kultur yang senang mencoba hal baru, dan terjebak dengan banyaknya promosi dari hal-hal baru tersebut.

Pertanyaan Pertama: Apa Strategi Bisnis Kita?

Apa yang menjadi pertimbangan atau hal yang harus dipikirkan secara praktek dalam mempergunakan e-channel dan contact center.

Seperti apakah strategi bisnis kita dan apakah strategi itu? Apapun jawabannya harus berdasarkan customer-oriented,
Teknologi seperti apakah yang dipergunakan? Apakah standard driven, master plan driven atau vendor driven. Perlu disadari bahwa masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan,
Apa saja yang harus dilatih dan bagaimana dampaknya terhadap SDM? Hal ini merupakan hal yang sering diabaikan oleh suatu perusahaan bahwa training memang perlu selain untuk menempa diri di mana di suatu session training ia akan melihat orang lain yang lebih �cerdas� atau sebagai saran mengembangkan networking dengan orang lain.

Bagaimanakah implementasi web enabled contact center?

Ada dua pendekatan yang mendasari implementasi web enabled contact center, yaitu:

a. Memisahkan web dan seluruh contact center yang lain,

Baik dilakukan dengan menggunakan teknologi yang berbeda. Sistem web akan berbeda dengan customer service
Atau menerapkan layanan yang sama sekali berbeda. Misalnya dimulai dari perbedaan kemudahan, perbedaan layanan, atau kita mengarahkan untuk menggunakan ke salah satu kanal seperti Citibank yang dulu benar-benar memberikan arahan untuk mengajak customer untuk mentransfer tagihan kartu dari ATM dan bukan dari CSR

b. Mengintegrasikan pendekatan integrasi teknologi dari survey pemasaran.

Call Me buttons, terdapat sebuah icon untuk mengisi jadwal dan agenda serta topik yang akan dibicarakan di suatu form dan kemudian dikirim dan CSR di call center akan menelepon sesuai dengan jadwal yang diinginkan. Pertanyaan yang muncul apakah si pelanggan mengingat jadwal kontak tadi atau apabila ada keperluan mendadak, maka jadwal akan terpakai dan harus dibuat jadwal yang baru. Sementara itu dapatkah web mengirimkan data real time mengenai perubahan jadwal?

Contact Me � dengan mempergunakan Voice over IP. Ini merupakan teknologi yang menjadi alternatif utama. Namun apakah kondisi jaringan kita masih sanggup untuk memenuhinya.
Co-browsing- bisa dilakukan terintegrasi dengan contact me atau web chat, pelanggan akan terpandu untuk membuka web sites, namun perlu dilihat bagaimana kultur seseorang apabila sudah berbicara dengan CSR. Mungkin CSR tersebut sendiri akan sia-sia memandu, karena si pelanggan akan terus bertanya. Hal ini hanya mungkin bisa dilakukan untuk hal-hal yang susah direpresentasikan dengan visual, tetapi pada peraturan. Misalnya tata cara KPR, syarat-syarat asuransi dan sebagainya. Sehingga si pelanggan bisa bertanya pada butir-butir pertanyaan yang jauh dari pertanyaan klasikal seperti, �warnanya bagus atau tidak? Enak atau tidak rasanya? “
Web Chat- ini merupakan teknologi chat yang menarik. Sekaligus mungkin membuat siapa pun akan bisa menembus firewall untuk menghalangi orang-orang melakukan chatting di kantor melalui mIRC.
Human email dibundel dengan voice calls. Pertanyaannya sebesar apa file kompresi wav dan mp3 yang akan dikirimkan?

Perlu dicermati lagi, web page itu sendiri sebenarnya sama sekali bukan pulau tersendiri, melainkan sebuah strategi kontak yang multithreaded. Web enabled contact center sendiri bukanlah merupakan pulau tersendiri, ia bukan merupakan tanggung jawab dari call center manager atau bukan tanggung jawab dari web admin dan supervisor semata. Namun merupakan tanggung jawab perusahaan �e� yang mengaku dirinya sudah membentuk proses dan organisasi yang customer-oriented.

Penerapannya di dunia meskipun di negara-negara maju di bidang teknologi ternyata mengintegrasikan legacy system mereka dengan yang baru ataupun menggantikan teknologi lama dengan yang sama sekali baru.

Tipe komunikasi bagaimana yang cocok untuk percakapan singkat?

Para praktisi pasti sudah cukup familiar dengan �Beresford Grid�. Di bawah ini cuplikan dari diagram yang dicantumkan di dalam salah satu web sites.

Namun dengan perkembangan teknologi, ternyata Beresford Grid ini disesuaikan dengan perkembangan zaman sehingga menjadi sebuah diagram yang cukup menyulitkan dan seolah- olah terdapat tumpukan-tumpukan dan irisan. Di dalam diagram ini co browsing dengan VoIP merupakan salah satu alternatif yang terbaik dengan kebutuhan pengalaman seorang CSR yang tinggi, dengan gaya penjualan yang cukup dingin. Sementara call me buttons justru akan membuat percakapan menjadi lebih hangat.

Email bersifat Universal

Email telah membuat jenjang dan batasan-batasan yang kaku khususnya di suatu instansi yang menyadari perubahan menjadi hilang. Seorang SDM yang dianggap berpangkat rendah (umumnya anggapan ini dilakukan oleh perusahaan konservatif) bisa bertemu dengan manager yang mungkin hanya dilihat setahun dua kali pada saat Hari raya atau Tahun baru. Pertemuan melalui email pun bisa membuat siapa pun di perusahaan tersebut memiliki bukti otentik akan ucapan, pikiran dan tindakan seseorang yang tertuang di email. Seorang SDM yang merupakan officer bisa mengaku sebagai manager dan dapat mendapatkan informasi dan mendapatkan perlakuan email yang baik dari counterpartnya.

Tribalism atau persukuan-pun terjadi dengan pembentukan mailing list untuk masalah tukar menukar informasi mengenai trick membeli handphone, mengakali software aplikasi buatan Microsoft dan Linux. Hal ini membuat timbulnya suku-suku di dalam dunia maya tersebut.

Yang paling tidak disadari adalah, email dapat ditransfer ke orang person yang berhak jauh lebih efektif daripada sebuah sambungan telepon konvensional. Apakah mungkin menerapkan CTI application hingga ke meja manager HRD apabila terjadi pertanyaan dari evaluator kartu kredit terhadap calon pelanggan yang berasal dari perusahaan tersebut. Dengan email, dapat disampaikan dan apabila media kapasitas messaging sangat besar, maka email ini dijamin akan datang dan kemungkinan dibaca sekitar 70%. Secara internal di kantor pun seorang staff akan dapat mencari alamat email managernya dengan membuka address book atau Global Address List (Microsoft).

Alternatif untuk sedikit memisahkan antara Web dengan Contact Center

Penggunaan email dari teknologi yang terpisah, dalam arti antara email dan web sites yang memiliki form feedback merupakan island yang berbeda. Penerima feedback dari website akan berbeda dengan penerima email yang berisikan feedback. Bisa saja terjadi selama kandungannya tidak membutuhkan suatu order atau transaksi yang bisa menjadikan transaksi ganda
Menunjukkan nomor telepon di dalam web sites. Sebagaimana lazimnya di dalam web sites biasanya ada nomor telepon CSR yang bisa dihubungi baik dalam jargonnya menyatakan 24 jam, meskipun tidak demikian dalam kenyataannya
Menggunakan sistem direct web-based transactions, dimana web tersebut lengkap menyediakan fasilitas e-commercenya dan tidak akan ada satu jalanpun untuk menghubungi CSR melalui kanal lain baik telepon, email atau fax atau bahkan kantornya sekaligus

Ini merupakan pendekatan yang sangat baik dalam mencoba implementasi teknologi dan business process. Dari berbagai kanal tersebut akan lebih baik dapat menarik suatu garis yang ternyata berintegrasi antara proses bisnis di email, web, CSR dan marketing perusahaan.

Perlu mengetahui apa yang harus dilaksanakan pada saat awal dan apa yang belum perlu dilaksanakan:

Diagram di atas menunjukkan suatu proses di mana seorang supervisor atau seorang CS manager akan berusaha menkoordinasikan seluruh kanal kontak perusahaan. Namun tentu saja sangat sulit terutama bagi perusahaan yang baru akan bergerak ke bisnis tele-services secara �e� life style atau call center. Ia akan terjebak pada pemilihan satu kanal yang akan lebih diprioritaskan.

Memang diagram seperti di atas akan diutarakan oleh banyak orang, namun pada kenyataannya tidak mencapai sasaran. Untuk itu starting point harus dimulai dari suatu tempat. Tidaklah mungkin suatu proyek dimulai bersama-sama secara sinergi. Namun jelas harus dimulai dari suatu starting point yang ditetapkan oleh Project Manager yang memang harus memiliki kualifikasi Project Management yang baik. Dari sini semua akan berjalan sesuai dengan alur yang akan digambarkan.

Bagaimana membangun web enable contact center?

Call me button di dalam web page

Dipergunakan untuk mengatur jadwal call dari call center ke customer, baik disusun berdasarkan tanggal, jam, atau nomor urut.

Mudah-mudahan saja ini merupakan really powerful technique dengan high value product. Customer akan sangat menyukainya apabila hal ini bisa berjalan baik.

Click to call (talk) button

Teknologi ini meggunakan Voice over IP untuk membangun komunikasi dari sistem PSTN / ISDN atau legacy system voice ke call center melalui IP.

Namun perlu diperhatikan untuk alternatif kedua ini akan terbentur masalah delay. Apabila ini terjadi, maka bukanlah customer satisfaction yang dicapai, namun sesuatu yang malah lebih rawan lagi yaitu keluhan pelanggan akan jeleknya komunikasi. Apalagi pelanggan tersebut tidak mau tahu dan tidak perlu tahu bahwa ada transformasi dari PSTN/ISDN ke IP LAN.

Browser sharing

Call center mem-browse halaman yang sama dengan customers, bahkan bisa membimbing customer untuk membuka page yang sesuai.

Namun hal ini akan cocok untuk web site dengan proses bisnis yang sangat kompleks misalnya masalah bursa saham, atau customizing produk otomotif. Kalau masih sederhana dengan shopping cart, mungkin fitur ini malah membutuhkan konsentrasi pelanggan.

Chat handling

Melakukan chatting. Cukup baik untuk low-end product, akan tetapi berhati-hatilah bahwa seakan- akan membeli, namun ternyata ada pelanggan usil. Ada baiknya recording dan quality monitoring system diterapkan dengan baik.

Email handling

Email bisa dikirim secara berjadwal dengan sebuah citra yang mewakili suatu �quality of service�.

Mungkin sebagian dari kita pernah melihat bahwa sepertinya jawaban email dari suatu perusahaan adalah jawaban yang seadanya. Hal ini harus dihindari, karena akan memberikan kesan yang buruk. Cara merubahnya dapat diusulkan sebagai berikut:

Memberitakan bahwa email yang dikirimkan ke pelanggan memang ada yang bersifat auto acknowledgement. Namun perlu diingat bahwa semaksimal mungkin hanya dilakukan cukup sekali.
Atau apabila sangat sulit, dan sementara perusahaan sedang sangat kesulitan menghandle email, maka bisa dilakukan dengan membuat bahasa yang sangat manusiawi.
Menyediakan sebuah atau sesuatu tempat word processing yang menyimpan paragraf- paragraf yang isinya suatu bahasa yang layak dipergunakan oleh orang berkomunikasi dengan suasana yang lebih humanis dan sediakan pula tulisan-tulisan seperti FAQ untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.
Daripada terlibat dengan balas membalas email, apakah tidak lebih baik agent menelepon seorang pelanggan atau sebaliknya.
Cepatlah, sebuah perusahaan akan dianggap bagus apabila mampu menghandle 90% dalam 2 jam bekerja. Angka tersebut merupakan angka maximum dari suatu penilaian good quality service.

Teknologi apa yang akan dipergunakan

Setiap teknologi memiliki karakteristik berbeda untuk kepentingan perangkatnya, akan tetapi sebagian memiliki kelebihan untuk bisa mengeluarkan data dalam format yang lebih disukai umum. Hal yang lebih penting ialah sebagaimana jauh dukungan teknis dan customizability sistem yang mereka tawarkan.

Hasil ini hampir mendekati dengan apa yang dikatakan convergence services, untuk itu ACD dengan kemampuan dapat mendistribusi panggilan dalam format VoIP serta melakukan call dalam VoIP, dapat menjadi salah satu opsi.
Beberapa vendor yang cukup terkenal sering memberikan solusinya dalam web sites ialah Siemens dengan Hipath-nya, serta Avaya, Aspect dan sekarang di Asia, dan macan-macan dari Korea mulai ikut meramaikan.
Good email assistance

Suggested responses, berupa isi yang bersumber dari masukan-masukan dari CS

manager dan manajemen perusahaan.
Pre-written paragraphs berupa paragraf-paragraf semacam FAQ yang sudah disusun berdasarkan masa field trial dan survey pelanggan secara nyata
Spelling dan grammar check, sebaiknya isi yang dikirimkan harus pula menggunakan susunan tata bahasa yang baku dan formal untuk menghindari salah pengertian.

Integrated queuing � benar-benar memberikan solusi antrian untuk email, call secara lebih baik
Workflow across channels � sudah saatnya setiap perusahaan mengabaikan atau benar

membatasi diri untuk memperlihatkan birokrasi hubungan antar channel, namun sudah saatnya ke manapun channel yang dihubungi akan dapat mendapatkan jawaban serupa.
A Good Front End

Produk apa yang sudah dikuasai dan diperbolehkan untuk dijual di customer service
Seperti apa gaya penjualan yang akan dipergunakan di kemudian hari.
Kontak history apakah yang dilakukan dengan multi chanel terintegrasi (email apa yang

dikirim, web page manakah yang dicari, form apa yang diisi, telpon yang keluar/masuk)?

Isu apakah yang terkait dengan pengembangan SDM untuk mencapai kualifikasi terbaik?

Dalam kasus berkomunikasi melalui email, apakah agent memiliki kemampuan yang baik antara berkomunikasi lisan dan berkomunikasi tulisan?

Salah satu upaya untuk mengurangi kuatnya benteng yang membuat agent merasa bosan akibat melakukan satu cara saja dalam waktu yang cukup lama, misalnya terus menerus menjadi call center agent tanpa pernah melakukan komunikasi melalui email dan sebaliknya. Caranya tak lain adalah melalui Built in Training, learning by doing dan pelatihan formal ke suatu lembaga pelatihan agar selain mendapatkan pengajaran dari badan yang berkompeten untuk melatih, juga sebagai sarana refreshing bagi para agent. Setidaknya surat referensi/ijazah, sertifikat pada mereka merupakan salah satu sarana untuk mencapai kesuksesan yang dimiliki orang.

Dapatkan seorang agent melayani multi web chat dalam waktu yang bersamaan dengan kualitas layanan?

Jawaban yang mudah ialah mereka harus sanggup, demikian jawaban yang biasa diucapkan oleh supervisor CSR perusahaan yang ditarget pendapatan, padahal perusahaannya baru saja berusaha menyatukan dirinya ke dunia �e� setelah ia dan timnya berusaha meyakinkan perusahaan untuk segera menggunakan web enabled contact center.

Namun para agent harus dilatih untuk mengetik cepat dan benar di suatu lembaga dan memiliki lingkungan screen interface ke komputer yang mudah selayaknya click and drag untuk menjawab pertanyaan pelanggan yang mirip dengan FAQ dengan paragraf-paragrafnya.

Bagaimana cara untuk selalu memelihara performansi sekaligus?

Caranya sebagaimana biasa mengurusi sebuah Call Center, yaitu dengan menggunakan pekerja yang dipekerjakan secara shifts, ada session istirahat untuk agentnya, masa-masa latihan, produk baru, adanya quality management dengan sistem recording serta antara perusahaan dan agent juga memiliki perjanjian atau kontrak yang ditepati dan menjamin hal-hak agent sesuai dengan peraturan dan etika yang barlaku.

Bagaimana cara untuk mendapatkan skilled voice agents yang baik di dalam multi lingkungan untuk berkomunikasi dengan pelanggan?

Latihan, dan latihan. Baik dengan BIT(Built in Training), atau dengan melatihnya di lembaga profesional. Atau rekrutasi pegawai baru dengan konsekwensi konsekwensi lainnya.

Bagaimana membuat agent semakin cocok untuk bekerja secara e-culture ?

Kembali lagi jawabannya adalah Latihan dan Latihan. Baik dengan BIT(Built in Training), atau dengan melatihnya di lembaga profesional. Atau rekrutasi pegawai baru dengan konsekwensi konsekwensi lainnya.

http://www.dudung.net

Ukuran Keberhasilan E-business


Dec 12, 2007

E-Business is about 95% business and 5% technology. Secara implisit kalimat singkat tersebut telah menjelaskan esensi dari berkembangnya konsep manajemen baru yang dikenal dengan e- business. Kalimat singkat tersebut pada intinya menegaskan bahwa pertimbangan utama yang harus dipergunakan oleh para praktisi manajemen dalam menentukan apakah akan memanfaatkan tawaran-tawaran menggiurkan yang dijanjikan oleh e-business terletak pada pertimbangan seberapa besar potensi bisnis yang ditawarkan, bukan pada seberapa canggih teknologi yang berkembang.
Jika bisnis bertujuan untuk mencapai apa yang dalam teori disebut sebagai wealth maximization (dan didalam praktek sehari-hari wealth sering diasosiasikan dengan profit atau keuntungan usaha), maka secara jelas e-business harus dapat paling tidak melakukan kedua hal di bawah ini:
1. Seberapa tinggi potensi penambahan revenue (pendapatan) perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung yang didapat pada saat konsep e-business diimplementasikan; dan
2. Seberapa tinggi potensi pengurangan cost (biaya) yang dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung yang didapat pada saat konsep e-business diterapkan.

Kedua hal tersebut adalah hal minimum yang harus di-deliver oleh e-business kepada perusahaan agar dapat secara nyata meningkatkan tingkat profitabilitasnya (sesuai dengan rumus sederhana Profit = Revenue – Cost). Dalam kenyataannya, tentu saja tidak semua usaha dapat secara langsung dan terlihat berpengaruh terhadap kedua variabel tersebut di atas, karena banyak dari manfaat atau value dari e-business yang bersifat intangible dan unquantifiable. Dalam bukunya “The Effective Measurements of IT Cost and Benefit Analysis”, Arthur Money dan Remenyi memberikan 16 kriteria yang harus diukur di dalam perusahaan untuk menentukan apakah konsep e-business yang diterapkan lebih baik dibandingkan dengan kondisi pada saat e- business belum diimplementasikan (manajemen bisnis konvensional). Secara ringkas keenam- belas kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kemampuan sistem dalam mengurangi biaya
2. Kemampuan sistem memindahkan biaya
3. Kemampuan sistem menghindarkan biaya
4. Kemampuan sistem menyediakan peluang pertumbuhan pendapatan
5. Kemampuan sistem menyediakan peningkatan informasi manajemen
6. kemampuan sistem meningkatkan produktivitas staf
7. kemampuan sistem menyediakan kapasitas untuk meningkatkan volume
8. kemampuan sistem untuk mengurangi eror
9. kemampuan sistem menyediakan keuntungan kompetitif
10. kemampuan sistem menyetarakan dengan persaingan
11. kemampuan sistem menyediakan peningkatan kontrol manajemen
12. kemampuan sistem meningkatkan produktivitas manajemen
13. kemampuan sistem menyediakan peningkatan moral karyawan
14. kemampuan sistem menyediakan peningkatan image perusahaan
15. kemampuan sistem menyediakan peningkatan layanan nasabah
16. kemampuan sistem meningkatkan hubungan dengan klien.

Jika dilihat secara sungguh-sungguh terlihat bahwa keenambelas hal tersebut adalah mengkaji pengimplementasian konsep e-business dari sisi internal perusahaan, dimana konsumen atau pelanggan tidak secara langsung dilibatkan dalam proses penilaian. Tentu saja jika dilihat dari kecenderungan bisnis yang lebih bersifat market oriented dan/atau customer oriented, ukuran- ukuran baru harus dikembangkan. Contoh kriteria kinerja dari e-business yang dapat dikembangkan untuk mengukur tingkat keberhasilan implementasi diperlihatkan pada sepuluh hal di bawah ini (ukuran keberhasilan dipandang dari perspektif eksternal):
1. Kemampuan sistem mebuat efisiensi biaya
2. Kemampuan sistem meningkatkan layanan pada pelanggan
3. Kemampuan sistem menjangkau pelanggan
4. Kemampuan sistem meningkat kualitas produk dan jasa
5. Kemampuan sistem memuaskan kebutuhan sepesifik pelanggan
6. Kemampuan sistem untuk memberikan layanan cepat pada pelanggan
7. Kemampuan sistem untuk mengurangi komplain pelanggan
8. Kemampuan sistem untuk menyediakan sistem pembayaran efektif.
9. Kemampuan sistem untuk menambah brand awareness pelanggan
10. Kemampuan sistem untuk menciptakan identitas pelanggan (pelanggan selamanya).

Dengan melihat keseluruhan contoh pengukuran kinerja tersebut jelas terlihat konsep teknologi informasi yang relevan untuk penerapan e-business di sebuah perusahaan atau industri tertentu. Jika pemakaian sebuah aplikasi, sistem informasi, software, perangkat keras, network, intranet, dan produk-produk teknologi informasi lainnya secara langsungada maupun tidak langsung memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap ukuran kinerja bisnis seperti yang dijelaskan di atas, maka jelas peranannya akan sangat berarti bagi perkembangan perusahaan. Demikian juga sebaliknya, jika hasil pengimplementasian teknologi informasi di bisnis justru bertentangan dengan konsep peningkatan kinerja yang di atas, tentu saja kehadirannya akan menjadi bumerang bagi keberadaan perusahaan.

http://www.wirausaha.com

Spektrum Value E-business

Kerap dijumpai dalam berbagai kesempatan para praktisi bisnis maupun teknologi informasi yang keliru mempergunakan istilah e-commerce dan e-business dalam presentasinya. Hal ini dinilai wajar karena selain disebabkan oleh banyaknya teori yang berkembang sehubungan dengan kedua fenomena bisnis tersebut, kecepatan kemajuan teknologi informasi semakin memperluas dan mengaburkan arti dari e-commerce maupun e- business. Namun demikian hampir semua praktisi dan ahli bisnis maupun teknologi informasi sepakat pada konsep yang mengatakan bahwa domain e-business jauh lebih luas dibandingkan dengan e-commerce.

Diagram di atas kurang lebih dapat memperlihatkan hubungan antara kedua hal tersebut. Jika domain e-tailing lebih berintikan mekanisme perdagangan antara perusahaan dengan konsumen langsungnya (consumers) atau yang lebih dikenal dengan relasi bisnis B2C (Business-to-Consumers), maka e-commerce memiliki domain yang lebih luas karena terkandung di dalamnya pula relasi bisnis antara dua atau lebih perusahaan, atau yang lebih dikenal dengan B2B (Business-to-Business). Yang terlihat dalam konteks ini adalah suatu pengertian bahwa mekanisme e-commerce lebih terfokus pada aktivitas transaksi elektronik antar dua atau lebih entiti bisnis; sementara e-business memiliki ruang lingkup yang jauh lebih luas. Yang dimaksudkan dengan e-business secara umum adalah berbagai aktivitas di dalam perusahaan, baik yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan berbagai proses pertukaran barang atau jasa (bisnis) dengan memanfaatkan teknologi digital (komputer, telekomunikasi, teknologi informasi, dan lain sebagianya). Dengan kata lain, seluruh rangkaian proses yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis masuk ke dalam domain definisi e-business, seperti yang kerap dijumpai dalam berbagai aplikasi sistem informasi semacam Supply Chain Management (SCM), Demand Chain Management (DCM), Customer Relationship Management (CRM), Enterprise Resource Planning (ERP), dan lain sebagainya.
Value apa sebenarnya yang ditawarkan oleh e-business? Menurut Charles R. Rieger dari IBM dan Mary P. Donato dari Xerox, paling tidak ada lima keuntungan yang ditawarkan oleh e-business (spektrum value e-business). Kelima keuntungan tersebut masing-masing berkaitan dengan aspek-aspek efisiensi, efektivitas, jangkauan, struktur, dan peluang.

Efficiency
Manfaat paling cepat yang dapat diperoleh perusahaan yang terjun ke dunia e-business adalah perbaikan tingkat efisiensi. Sebuah riset memperlihatkan kurang lebih 40% dari total biaya operasional perusahaan diperuntukkan bagi aktivitas penciptaan dan penyebaran informasi ke berbagai divisi terkait. Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi (dan e- technology) di dalam berbagai rangkaian bisnis sehari-hari, maka akan terlihat bagaimana perusahaan dapat mengurangi total biaya operasional yang biasa dikeluarkan tersebut. Lihatlah bagaimana email dapat mengurangi biaya komunikasi dan pengiriman dokumen, call center dapat mengurangi biaya pelayanan pelanggan, website dapat mengurangi biaya marketing dan public relation, voip dapat mengurangi biaya telekomunikasi, decision support system dapat mengurangi biaya rapat dan diskusi, dan lain sebagainya.

Effectiveness
Manfaat ini dapat dirasakan ketika terjadi perubahan-perubahan yang cukup signifikan dalam cara perusahaan melakukan aktivitas operasional sehari-hari. Lihatlah bagaimana dengan dimanfaatkan e-technology perusahaan dapat berhubungan dengan pelanggannya secara non stop 7 hari seminggu dan 24 jam sehari berkat diterapkannya. Demikian pula dengan diterapkannya konsep e-supply chain maka manajemen dapat meningkatkan service level kepada pelanggannya. Contoh efektivitas yang lain adalah meningkatnya kualitas pengambilan keputusan dari manajemen karena diimplementasikannya aplikasi ERP.

Reach
Manfaat berikutnya yang dapat diperoleh dari perusahaan adalah kemampuan e-technology di dalam memperluas jangkauan dan ruang gerak perusahaan. Dengan menghubungkan diri ke internet, berarti perusahaan secara tidak langsung telah menghubungkan dirinya dengan ratusan juta calon pelanggan yang tersebar di berbagai belahan bumi. Kemampuan ekspansi yang sedemikan mudah (menembus batas ruang dan waktu) dan tanpa memerlukan biaya yang relatif mahal tentu saja merupakan keuntungan yang tidak ternilai harganya bagi sebuah perusahaan. Selain itu, e-technology juga telah memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan domain kerja sama dengan mitra-nya secara signifikan. Untuk pertama kalinya di dunia, berbagai perusahaan-perusahaan skala besar, menengah, dan kecil dengan mudahnya dapat saling berkolaborasi dan bekerja sama untuk menciptakan produk maupun pelayanan yang semakin baik, tanpa harus memikirkan batasan-batasan geografis maupun menyediakan sumber daya finansial yang sangat besar.

Structure
Manfaat penerapan e-business selanjutnya adalah terciptanya berbagai jenis produk-produk maupun jasa-jasa baru akibat berkonvergensinya berbagai sektor industri yang selama ini secara struktur terlihat berdiri sendiri. Tengoklah bagaimana sebuah buku dapat dijual dengan cara lelang, atau sebuah bank virtual yang berfungsi pula sebagai penasehat keuangan, atau paket liburan yang telah lengkap mengemas berbagai produknya (transportasi, hotel, dan lokasi wisata), atau toko buku yang berfungsi pula sebagai perpustakaan, dan lain sebagainya. Konsep brick-and-mortar yang telah menjelma menjadi click-and-mortar benar-benar telah mengubah perilaku perusahaan dalam melakukan pendekatan bisnis. Bahkan belakangan ini sering pula ditemui situs-situs yang menyediakan produk atau jasa yang dapat disesuaikan dengan selera unik pelanggan (tailor made) dengan harga yang khusus pula (price discrimination). Semua ini dapat dengan mudah dilakukan karena semakin banyaknya sumber daya fisik yang telah dapat ditransformasikan menjadi sumber daya digital.

Opportunity
Manfaat terakhir adalah terbukanya peluang yang lebar bagi pelaku bisnis untuk berinovasi menciptakan produk-produk atau jasa-jasa baru akibat selalu diketemukannya e-technology baru dari masa ke masa. Lihatlah bagaimana berbagai jenis model bisnis (business model) baru selalu ditawarkan oleh beraneka-ragam situs yang berkembang dengan pesat di internet. Di bidang pendidikan tercatat semakin maraknya situs-situs penyelenggara pendidikan (e-school) maupun pelatihan (e-training) secara virtual; di bidang keuangan telah berdiri lembaga-lembaga keuangan virtual semacam e-banking, e-stock.exchange, dan e- insurance; di bidang manufacturing berkembang perusahaan-perusahaan yang siap memberikan bisnis outsourcing di bidang e-procurement, e-logistics, e-distribution, dan e- inventory; dan lain sebagainya.

Sumber: Nirmal Pal, 2001.

Yang menarik untuk dicermati dalam spektrum value e-business seperti yang terlihat di atas adalah bahwa semakin ke kanan semakin tinggi value yang diberikan oleh e-business kepada perusahaan. Sebuah studi memperlihatkan bahwa kebanyakan perusahaan (67%) masih belum maksimum mengeksploitasi value yang ditawarkan oleh e-business karena perusahaan-perusahaan tersebut masih bertujuan untuk meningkatkan level efisiensi dan efektivitas usaha. Hanya sekitar 11% perusahaan yang telah benar-benar berhasil mengembangkan value yang ditawarkan oleh e-business, sementara kurang lebih 22%.